Selasa (23/2) kemarin, Romain Grosjean melakukan tes IndyCar pertamanya, yang menjadi kali pertama ia mengendalai mobil balap sejak kecelakaan parah di F1 GP Bahrain yang hampir merenggut nyawanya.

Pria Prancis berusia 34 tahun itu menyelesaikan 83 lap saat ia menjalani tes IndyCar yang diikuti 12 mobil pada hari Selasa, adapun Grosjean bergabung di kompetisi balap open-wheel Amerika itu bersama Dale Coyne Racing.

Grosjean, yang turun di 13 balapan road-course tetapi melewatkan balapan oval pada kalender IndyCar 2021, mengaku senang dengan penampilannya. Meski sempat melintir dan merasakan pegal di beberapa badannya, apalagi ia masih dalam fase pemulihan dari cedera yang didapat dalam kecelakaan yang membara di Bahrain November lalu.

Red Bull F1 Car 2021 RB16B Unveiled! | The New Red Bull F1 Car for Max Verstappen and Checo Perez

Meski sama-sama mobil open-wheel, Romain Grosjean menemukan beberapa perbedaan antara mobil F1 dan IndyCar. Mulai dari posisi duduk baru, sampai gaya mengemudi yang berbeda, khususnya dengan mobil Dallara DW12 tidak memiliki power-steering.

"Rasanya seperti di rumah," kata Grosjean kepada IndyCar.com. "Saya tidak merasa khawatir atau apa pun. Ini jelas mobil baru dan saya harus menyesuaikan sedikit dengan posisi mengemudi saya yang baru, tetapi segalanya dengan cepat terasa cukup mulus.

"Saya kemudian menemukan kegembiraan karena [mobil IndyCar] tidak memiliki power steering. Saya tidak menyesali semua jam [latihan] di gym, tapi mungkin saya akan  melakukan lebih banyak lagi, untuk berjaga-jaga!

"Rasanya sangat normal. Ini mobil yang berbeda, posisi yang berbeda, tetapi selain itu, semuanya terasa hebat dan normal. Saya hanya perlu membiasakan diri dengan mobil baru, ini mengingatkan saya ketika saya beralih dari Formula Renault ke Formula 3 dan GP2. Sejauh ini, saya sangat senang dengan itu. ”

Dia menambahkan: “Setelah stint pertama bisep saya mulai sedikit sakit, dan saya berpikir: 'OK, OK. Sekarang ini baru sungguhan, Anda benar-benar merasakan mobilnya. Saya rasa Anda bisa mengendarainya sedikit lebih banyak dengan gaya mengemudi Anda dengan cara Anda menginjak rem dan belokan Anda dan sebagainya.

“Anda sebenarnya bisa menggunakan garis [racing line] yang berbeda, sedangkan di Formula 1 Anda mungkin lebih terpaku pada garis ideal karena cara kerja aerodinamis.

“Saya membuat kesalahan pagi ini, dan saya melintir [di Tikungan 1], saya terjebak di gravel. [Trek] memiliki konsekuensi, dan Anda harus tetap berada dalam batas, yang selalu saya nikmati. ”

Grosjean mengakui penampilan pertamanya sejak kecelakaan mengerikan di Bahrain itu "sedikit menyakitkan", tetapi merasa tangan kirinya - yang terbakar parah saat ia melarikan diri dari mobilnya - bertahan dengan baik untuk balapan.

"Ini sebenarnya dilakukan dengan sangat baik," jelas Grosjean. "Saya mengalami masalah besar pada putaran terakhir [pagi hari], dan itu agak menyakitkan. Saya sudah mengiranya, saya tahu ini belum sepenuhnya pulih dan sensitif.

"Ini berjalan baik-baik saja. Tidak sempurna, ada lepuh besar yang bagus di ibu jari kiri saya yang tidak ideal, saat mengemudi tidak apa-apa. Saya sedikit berhati-hati di beberapa kerb, tapi secara umum itu bukan keterbatasan.

"Saya tidak benar-benar merasakannya di dalam mobil, jadi saya rasa tidak apa-apa. Memasang dan melepas sarung tangan tidak selalu menyenangkan, jadi saya cenderung tetap mengenakan sarung tangan kiri, tetapi secara umum tidak masalah."

Romain Grosjean akan memulai pertarungannya di IndyCar pada 18 April dalam balapan yang digelar di Barber Motorsport Park, Birmingham, Alabama.

romain-grosjean-indycar-test.jpg