Francesco Bagnaia mengklaim MotoGP pertama setelah tiga lap terakhir yang menakjubkan di mana ia dan Marc Marquez bertukar keunggulan sebanyak 14 kali di Sirkuit Motorland Aragon.

Bagnaia memimpin balapan sejak awal, namun mulai menghadapi serangan bertubi-tubi dari Marquez yang tengah mencari kemenangan keenamnya di MotoGP Aragon.

Namun seperti yang kita lihat berkali-kali antara Marquez dan mantan pembalap Ducati Andrea Dovizioso, Pecco mampu melawan balik lewat serangkaian switchback yang menakjubkan di exit tikungan.

Upaya terakhir Marquez terjadi di Tikungan 12, namun ia melebar yang membuat Bagnaia kembali memimpin sampai melewati garis finis, memberinya kemenangan pertama di kelas para raja, sesuatu yang sudah ditunggunya sejak debut MotoGP musim 2019.

"Saya memiliki banyak emosi hari ini. Saya sangat senang! Kami bekerja keras untuk mencapai hasil ini," kata Bagnaia pasca balapan. “Setiap kali kami hampir (menang sebelumnya) sesuatu terjadi. Mimpi untuk mendapatkan kemenangan pertama saya selalu jauh.

"Menang hari ini adalah pembebasan yang luar biasa, saya sangat senang. Sulit untuk mengatakan sesuatu sekarang, tetapi untuk finis pertama adalah mimpi yang menjadi kenyataan."

Kecepatan kedua pembalap sepanjang balapan 24 lap menakjubkan dengan laptime 1 menit 48 detik berakhir hingga fase terakhir. Hal ini cukup mengejutkan Bagnaia, dan mengakui bahwa Marquez memiliki kecepatan sedikit lebih baik dari saya.

"Itu tidak mudah. Hari ini lebih panas dan saya tidak berpikir bahwa kecepatannya bisa seperti ini," tambah Bagnaia.

“Tetapi ketika saya mulai, perasaan saya hebat dengan motor dan saya tahu bahwa Marc adalah satu-satunya dengan kecepatan yang sedikit lebih baik dari saya.

“Tetapi ketika saya mulai, saya mencoba untuk mendorong dan saya membuka celah dengan posisi ketiga, jadi saya terus mendorong. Saya pikir kami melakukan kecepatan yang luar biasa. Dia hanya mencoba menyalip saya di bagian akhir balapan karena sebelum itu saya pikir itu tidak berguna.

“Saya mencoba, saya melihat dia menyalip saya di titik-titik di mana saya kuat di pintu keluar dan di bagian terakhir balapan dengan ban belakang yang sedikit kurang cengkeraman untuk menyeberang, menyalip lebih mudah.

"Dan upaya terakhir yang dia lakukan di tikungan 12 saya sudah mengerem sangat keras, jadi ketika saya melihat dia mencoba menyalip saya, saya yakin dia akan sedikit melebar."