Ketika Valentino Rossi memutuskan pensiun akhir musim ini, dia sudah melihat dua pembalap VR46 Academy memenangi balapan MotoGP.

Setelah Franco Morbidelli, kini giliran pembalap Ducati Francesco Bagnaia yang meraih kemenangan di kelas utama setelah mengalahkan Marc Marquez dalam di Aragon, Minggu (12/9).

Diburu juara dunia delapan kali itu sepanjang balapan, Bagnaia dengan tenang menangkis seluruh upaya pembalap Repsol Honda itu, yang melancarkan tak kurang dari tujuh overtake kepada Pecco di tiga lap terakhir.

Kemenangan MotoGP pertama Bagnaia juga merupakan kemenangan pertamanya sejak Motegi 2018, ketika ia meraih kemenangan terakhir di Moto2 untuk tim VR46.

Valentino Rossi senang dengan kemenangan Bagnaia yang telah lama ditunggu setelah beberapa kekecewaan sebelumnya, mulai dari jatuh saat memimpin di Misano tahun lalu dan mengalami masalah ban saat menjadi favorit dari beberapa putaran tahun ini.

"Saya ingin mengatakan pertama-tama bahwa saya sangat, sangat senang untuk Pecco secara pribadi," kata Rossi, yang balapannya sendiri finis di posisi ke-19. "Karena saya adalah teman baik Pecco dan kami menghabiskan banyak waktu bersama.

“Jadi saya harus mengucapkan selamat karena kemenangan pertama di MotoGP adalah momen yang tidak pernah dilupakan oleh seorang pengendara motor. Dan juga kemenangan seperti ini dengan pertarungan hingga lap terakhir adalah sesuatu yang hebat.

“Saya pikir dia pantas mendapatkan ini karena sepanjang tahun ini dia sangat cepat dan dia mengendarai Ducati dengan cara yang fantastis. Kemarin saya katakan padanya, ini saatnya untuk menang. Karena dia selalu sangat cepat, terkadang dia tidak beruntung dengan ban, tapi hari ini adalah waktunya.”

Bagnaia mengikuti beberapa pembalap dengan memakai ban depan Hard belakang Soft, sesuatu yang sangat melegakan Rossi, yang selalu memberinya saran untuk memakai kombinasi Hard-Soft.

"Saya kemarin mencoba menghipnotisnya: mengatakan 'keras-lunak, keras-lunak, keras-lunak, keras-lunak', karena terkadang Pecco membuat keputusan aneh untuk ban!" Rossi tersenyum. "Saya melihatnya pagi ini dan saya berkata lain kali, 'keras-lunak', jadi saya sangat senang untuknya.

“Kedua, saya juga sangat bangga dengan pekerjaan Akademi karena kami mengambil Pecco dari Moto3 dan membantunya mencapai level ini. Pada akhirnya, nasib mereka ada di tangan mereka sendiri, karena Anda harus menjadi pembalap yang kuat, tapi kami sangat bangga membantunya mencapai level ini.

“Juga untuk Italia itu hebat karena Pecco menang dengan Ducati, itu sesuatu yang fantastis.

“Saya melihat sedikit sorotan balapan dan saya melihat pertarungan fantastis [dengan Marquez] tetapi Pecco selalu berada di depan. Dia mengendarai motor dari Jumat pagi dengan cara yang fantastis dan juga di Silverstone dia sangat cepat.

"Ini adalah momen untuk menang dan saya sangat senang untuknya karena pertama-tama dia pria yang hebat."

Kemenangan Bagnaia juga telah membawanya ke urutan kedua dalam kejuaraan dunia, 53 poin di belakang Fabio Quartararo menuju ke putaran Misano dan kandang Rossi.