Setelah tiga balapan flyaway, F1 menuju Eropa untuk akhir pekan pertamanya di Benua Biru, dengan Sirkuit Imola menjadi tuan rumah untuk Grand Prix Emilia Romagna akhir pekan ini.

Crash.net coba melihat beberapa poin pembicaraan terbesar menuju akhir pekan dalam preview F1 GP Emila Romagna. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini.

Ujian terbesar regulasi baru F1

Setelah tiga balapan pertama yang seru dan cukup menarik, akhir pekan F1 GP Emilia Romagna akan menjadi ujian terbesar bagi regulasi teknis baru F1.

Sirkuit Imola memiliki layout yang sempit dan berliku, sehingga sangat sulit untuk melihat aksi overtake selama bertahun-tahun, dengan tempat potensial aksi salip-menyalip berada di lintasan lurus start-finis (dengan penggunaan DRS).

Bahrain dan Arab Saudi menghadirkan banyak aksi overtake, namun kedua sirkuit memiliki tiga zona DRS dan beberapa lintasan lurus panjang. Sementara itu balapan di Sirkuit Albert Park yang baru saja dirombak meningkatkan aksi balapan, meski tidak seperti dua balapan sebelumnya.

Dengan layout trek masih sama dibandingkan tahun lalu, akhir pekan di Imola akan menjadi ujian sempurna untuk melihat seberapa jauh dampak regulasi baru bisa meningkatkan aksi balap.

Dengan pengenalan sayap depan yang lebih sederhana, kembalinya ground-effect, dan ban yang lebih besar memungkinkan pembalap bisa mengintai dan menyalip mobil di depannya dengan lebih mudah.

Setidaknya sejauh ini, pengemudi telah diizinkan untuk lebih dekat dengan pembalap di depannya, tetapi sampai saat ini masih ada tanda tanya apakah aksi menyalip lebih mungkin terjadi.

Imola adalah salah satu trek yang cukup sulit melakukan overtake, dan dengan Sprint Qualifying memberi kita balapan ekstra akhir pekan ini, akan menarik untuk melihat bagaimana mobil baru tampil akhir pekan ini.

Kembalinya balapan Sprint Qualifying

Sprint Qualifying kembali untuk F1 GP Emilia Romagna akhir pekan ini dengan balapan yang lebih pendek pada hari Sabtu digelar untuk menentukan grid untu Grand Prix hari Minggu.

Formatnya tetap sama seperti tahun lalu, dengan kualifikasi konvensional digelar hari Jumat setelah satu sesi latihan.

Dalam upaya untuk memberikan insentif lebih kepada para pembalap untuk lebih agresif pada Sprint Race yang lebih pendek, poin sekarang diberikan kepada delapan pembalap teratas, bukan tiga seperti tahun lalu.

Penghargaan pole position juga diberikan kepada pembalap tercepat dari kualifikasi Jumat, bukan pemenang Sprint Race.

Ferrari beraksi di kandang

Segar dari momentum kemenangan Australia, Ferrari mencoba untuk meraih kemenangan kandang pertamanya sejak Grand Prix Italia 2019 di Sirkuit Monza.

The Prancing Horse berada dalam posisi terbaik untuk melakukannya setelah memulai musim 2022 dengan memenangkan dua dari tiga balapan pertama.

Charles Leclerc dalam kondisi bagus dan memiliki keunggulan 34 poin dalam kejuaraan atas George Russell, dengan F1-75 tampaknya mampu melibat berbagai macam trek dengan sangat baiknya.

Dengan hanya satu sesi latihan jelang kualifikasi karena menjadi balapan sprint akhir pekan, Ferrari pasti akan menjadi favorit mengingat mereka kerap kencang sejak awal, khususnya jika dibandingkan dengan Red Bull.

Mendapatkan dukungan penuh dari para Tifosi yang sangat fanatik, ini bisa menjadi akhir pekan perayaan bagi tim terbesar F1 yang pernah ada.

Menunggu kebangkitan Mercedes

Menurut laporan di media Jerman, seperti Ferrari, Mercedes berfokus untuk memaksimalkan sebagian besar dari paket yang ada ketimbang membawa upgrade masif meski W13 tertinggal dari RB18 milik Red Bull dan Ferrari F1-75 yang dominan.

Jika dilihat rata-ratanya, Mercedes 0,8 detik lebih lambat dari Ferrari di kualifikasi musim ini tetapi reabilitas yang kuat telah memungkinkannya untuk tetap bersaing, duduk di depan Red Bull di kejuaraan konstruktor.

Dengan hanya satu sesi latihan sebelum kualifikasi, masuk akal bagi tim untuk memilih untuk tidak memperkenalkan suku cadang baru.

Bos tim Mercedes Toto Wolff telah mengungkapkan ada 'banyak kerja keras' selama liburan Paskah.

“Ada banyak kerja keras selama akhir pekan Paskah di pabrik untuk membawa perbaikan pada mobil dan mempersiapkannya untuk balapan berikutnya, dan itu menunjukkan dedikasi tim untuk membalikkan situasi,” kata Wolff.

“Tentu saja, kami harus realistis, butuh waktu untuk meraih hasil yang kami inginkan, tetapi kami belajar sebanyak mungkin dari setiap balapan dan menemukan jalan untuk mendorong kami maju.”

Penebusan Alonso?

Fernando Alonso menikmati akhir pekan terbaiknya untuk beberapa waktu terakhir kali di Grand Prix Australia.

Juara dua kali itu berada di jalur untuk menantang pole position sementara setelah menjadi yang tercepat dari siapa pun di sektor dua sebelum melintir di Tikungan 13 karena masalah hidrolik.

Kemalangan berlanjut hingga hari perlombaan karena Safety Car yang tidak tepat waktu merusak strateginya dan membuatnya kehilangan kesempatan untuk finis di poin.

Setelah awal yang biasa-biasa saja di Bahrain, Alpine tampaknya memimpin lini tengah dan akan berharap untuk mengurangi jaraknya dengan Mercedes.

Alonso menikmati beberapa balapan terbaiknya di Imola, bertahan dengan keras dari Michael Schumacher pada 2005 untuk meraih kemenangan bagi Renault.

Pembalap Spanyol akan mencari penebusan saat dia ingin mengembalikan musim ke jalurnya.