Silly Season tahun lalu adalah salah satu yang paling menarik selama bertahun-tahun, tetapi 2021 bisa menjadi lebih menarik mengingat setengah dari kontrak sudah habis pada akhir musim saat ini, termasuk duet pembalap Mercedes F1.

Beberapa tim akan memilih stabilitas dengan perubahan regulasi yang akan segera terjadi, sementara yang lain akan melihat dimulainya era baru sebagai waktu yang tepat untuk melakukan perombakan total.

Sebagai pembalap dengan perofil tertinggi yang belum memastikan masa depan 2022, Lewis Hamilton tidak diragukan lagi akan jadi pemegang kunci di pasar pembalap. Dengan keputusan apapun yang dibuat oleh juara dunia tujuh kali itu akan memicu efek domino pada Silly Season.

Tapi jika mengacu pada komentar terbaru Hamilton tentang masa depannya, fokus silly season F1 akan bergeser ke siapa yang akan bersanding dengan Lewis di kursi kedua Mercedes F1 musim depan.

Sudah menjadi rahasia umum, George Russell dan Valtteri Bottas menjadi dua nama yang selalu dikaitkan untuk mendampingi Hamilton tahun depan, dengan Mercedes memiliki alasan kenapa keduanya layak menggunakan Mercedes tahun depan.

Russell telah lama dianggap sebagai bintang masa depan oleh Mercedes, yang merekrutnya sebagai pembalap juniornya pada 2017, dan penampilannya yang luar biasa di Williams selama dua tahun terakhir telah menempatkannya tepat di bingkai.

Russell mengundang decak kagum dengan mengungguli Bottas, dan bahkan nyaris meraih kemenangan Formula 1 pertamanya saat menggantikan Hamilton yang terjangkit COVID-19 di F1 GP Sakhir tahun lalu.

Russell memang merupakan prospek yang lebih menjanjikan, namun Mercedes bisa saja mempertahankan line-upnya saat ini. Sejak direkrut dari Williams tahun 2017, Bottas telah menjalankan peran sebagai 'wingman' bagi Hamilton dengan sangat solid, meski sama sekali tidak spektakuler.

Jika berkaca dari sisi dinamika tim, duet Hamilton-Bottas, yang sudah terlihat cukup padu adalah paling logis. Khususnya jika Wolff tidak ingin mengambil risiko konflik internal tim jelang perubahan regulasi besar.

Tapi selain Russell dan Bottas, Mercedes F1 masih memiliki satu nama lagi dalam kantungnya, yakni pembalap Alpine, Esteban Ocon.

Meski membela tim rival, Ocon merupakan pembalap junior Mercedes juga, dan bisa jadi salah satu faktor menarik dalam persaingan kursi kedua Mercedes jadi pertarungan tiga arah.

Bergabung ke Alpine, saat masih bernama Renault, musim 2020, Ocon menikmati awal musim yang mengesankan dengan memimpin skuad Enstone di empat balapan musim ini.

Ocon secara brilian mengungguli juara dunia dua kali Fernando Alonso pada empat balapan pembuka, dengan pembalap Spanyol itu masih coba beradaptasi dalam musim comebacknya ke Formula 1.

Pembalap Prancis, yang meraih podium perdananya di Sakhir tahun lalu, telah mengalahkan Alonso pada tiga putaran terakhir dan juga mencatatkan hasil terbaik Alpine musim ini dengan menempati posisi ketujuh di Grand Prix Portugal.

Ocon mengikutinya dengan upaya kualifikasi yang menakjubkan yang membuatnya menyegel posisi kelima di grid di Barcelona. Meskipun ia akhirnya tergelincir kembali ke urutan kesembilan dalam balapan, Ocon mampu mencetak poin lebih lanjut untuk tim berkat hasil finis P9 di Barcelona.

Penampilan briliannya tidak luput dari perhatian Wolff dan Mercedes, yang memberinya jalan untuk debut F1 bersama Manor di paruh kedua 2016, dan berstatus pembalap cadangan Mercedes musim 2019 sebelum mengamankan kontrak dua tahun bersama Alpine.

Ocon saat ini dianggap sebagai opsi di luar Bottas dan Russell untuk kursi Mercedes F1 tahun 2022, namun Wolff menegaskan tidak mencoretnya dari opsi rekan satu tim Hamilton pada F1 GP Spanyol akhir pekan lalu.

Ketika ditanya apakah kursi kedua akan menjadi baku tembak langsung antara Bottas dan Russell, Wolff menjawab: "Esteban juga salah satu pembalap yang terhubung dengan kami, sementara menjadi pembalap penuh Renault atau Alpine.

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Alpine. Jadi jelas Valtteri adalah pembalap hari ini, dan Lewis adalah pembalap hari ini. Dan apa yang terjadi tahun depan, terjadi tahun depan.

“Dia [Ocon] telah membuat saya terkesan,” tambah Wolff. “Seberapa baik dia kualifikasi dan seberapa baik dia balapan, dan sekarang ini hanya tentang mengkonsolidasikan posisi itu.”

Namun, Wolff mengatakan pada akhirnya akan tergantung pada Ocon dan Alpine untuk memutuskan masa depan mereka terlebih dahulu sebelum Mercedes terlibat dengan rencananya untuk tahun 2022.

"Ini situasi yang agak aneh, karena dia sudah lama menjadi pembalap junior Mercedes, dan sekarang dia adalah pembalap Alpine," jelas Wolff.

"Itu fakta, saya pikir situasinya bagus untuk dia di sana. Dia sedang berkembang, dia melakukan pertunjukan. Dia orang Prancis, semua itu sangat diselaraskan oleh para bintang.

"Saya pikir perlu [menunggu] Laurent [Rossi, CEO Alpine] dan Esteban membuat keputusan soal masa depan keduanya sebelum kita mulai memberikan pendapat.”

Ocon menegaskan bahwa fokusnya saat ini tetap untuk terus memberikan untuk Alpine dan bahwa dia tidak memikirkan prospek pendaratan kursi Mercedes untuk tahun 2022.

"Yang saya fokuskan adalah melakukan pekerjaan dengan baik di sini, di Alpine," kata Ocon. "Saya pikir kami harus senang dengan kemajuan kami, dan saya senang dengan kemajuan yang saya buat tahun ini.

"Saya fokus untuk memberikan yang terbaik yang saya bisa di setiap balapan, jadi Anda tahu, yang pasti jika Anda tampil, akan selalu ada pembicaraan dan hal-hal yang terjadi. Tapi tujuan saya adalah untuk memberikan tim tempat saya balapan, dan rumah saya ada di sini saat ini.”

Bagaimanapun Anda melihatnya, tanda-tanda awal menunjukkan Ocon berada dalam posisi yang cukup kuat dalam silly season F1 2022. Jika penampilan bagus Ocon terus berlanjut, Alpine pasti ingin mengikatnya ke kontrak baru, sementara Mercedes akan mengawasi situasi dan bagaimana dia berkembang.

Satu hal yang pasti, pembicaraan tentang siapa yang akan mengemudi untuk Mercedes tahun depan kemungkinan akan mendominasi obrolan di paddock selama beberapa bulan mendatang.

 

Comments

Loading Comments...