Rumor seputar penggantian Valtteri Bottas oleh George Russell sebagai rekan satu tim Lewis Hamilton di pertengahan musim 2021 menjadi salah satu menu utama berita F1 jelang akhir pekan Grand Prix Portimao.

- Toto Wolff membantah klaim masa depan Valtteri Bottas dengan tim diragukan di tengah spekulasi baru-baru ini. Hal ini merupakan jawaban atas rumor yang dibuat Daily Mail, yang memberitakan Mercedes kehilangan kepercayaan kepada Bottas setelah memulai musim dengan tertatih.

Dalam sebuah wawancara dengan publikasi Austria Österreich , Wolff menepis rumor tersebut sebagai "omong kosong" dan percaya kinerja Bottas di Portimao, di mana dia mengklaim pole position, menunjukkan dia memiliki kecepatan untuk tetap bersama tim.

Dalam wawancara yang sama, Wolff juga mengatakan: "Lewis Hamilton pantas menjadi juara karena konsistensinya."

- Fernando Alonso percaya kritik seputar penampilannya "semakin besar dari apa adanya", menyalahkan media karena terlalu membesar-besarkan perjuangannya.

Dalam sebuah wawancara dengan RaceFans , Alonso mengatakan: “Pada saat yang sama, saya memiliki satu akhir pekan di mana saya tidak sepenuhnya nyaman di Imola dan masalah bahwa di Formula 1 ada banyak media, banyak artikel dan sayangnya dua minggu antara balapan, karena jika kembali dari Imola ke [Algarve], pembicaraan akan jauh lebih sedikit. "

Pembalap Spanyol itu juga mengungkapkan perubahan Liberty Media pada olahraga tersebut sejak mengambil alih kepemilikan telah membuat kejuaraan lebih menarik dan dengan demikian menyebabkan dia kembali.

- Mantan pebalap AlphaTauri Daniil Kvyat masih ingin kembali ke olah raga setelah digantikan oleh Yuki Tsunoda pada akhir tahun 2020. ( saluran TV Rusia MatchTV)

- Team Principal Haas Guenther Steiner menyetujui dukungan Sebastian Vettel terhadap Mick Schumacher, menggambarkannya sebagai 'tenang' dan 'benar'. ( RTL )

- Juara F1 dua kali Mika Hakkinen mengatakan Max Verstappen perlu berhenti membuat kesalahan kecil jika ingin mengalahkan Hamilton musim ini.

Di kolom Unibetnya, Haikkinen menulis: “Salah satu hal yang membuat Max frustrasi adalah penalti track limit. Dia seharusnya menang di Bahrain dan bisa mengambil posisi terdepan dan mengatur lap tercepat di Portugal.

“Tapi setiap kali dia meletakkan keempat roda melewati garis di beberapa titik di sirkuit. Ini sangat mudah dilakukan, tetapi Anda tidak boleh melakukan kesalahan kecil seperti itu. Untuk mengalahkan Lewis, Max harus melakukan pekerjaan yang sempurna setiap akhir pekan. ”

- Mantan bos tim Renault Cyril Abiteboul kini telah ditunjuk sebagai penasihat motorsport di perusahaan teknik Mecachrome.

Brand yang sempat mejeng sebagai pemasok mesin Williams FW20 itu kini memproduksi sejumlah suku cadang penting untuk power unit Renault yang dipakai Alpine F1.

 

Comments

Loading Comments...