Michael Schumacher dan Ferrari mendominasi F1 era 2000-an awal dengan memenangkan lima gelar F1 berturut-turut antara 2000 sampai 2004, namun dominasi mereka berakhir saat trio legendaris Schumi, Jean Todt, dan Ross Brawn meninggalkan Maranello.

Sejak saat itu, Ferrari hanya sekali memenangi gelar pembalap bersama Kimi Raikkonen pada tahun 2007 dan dua gelar konstruktor tahun 2007-2008, terbukti menjadi gelar juara dunia yang diboyong ke Maranello sampai saat ini.

Memasuki era turbo-hybrid, Mercedes meraih tujuh gelar pembalap (enam untuk Lewis Hamilton) dan delapan gelar konstruktor antara 2014-2021. Namun, hegemoni The Silver Arrows telah digoyang oleh Max Verstappen dan Red Bull selama dua musim terakhir.

F1 2023 driver line-up - who will underachieve?

Tidak ingin bernasib sama seperti Ferrari, Wolff coba menganalisa keruntuhan tim yang sempat mendominasi di masa lalu.

"Tentu saja kita membicarakannya," kata Wolff. "Kami menganalisis: 'Apa alasan tim-tim yang mendominasi di masa lalu tiba-tiba kehilangan performa?'

“Anda dapat melihat dengan Ferrari, mereka kehilangan seluruh kepemimpinan puncak dan seorang pembalap kunci. Saya pikir itu adalah sesuatu yang dapat Anda telusuri ke belakang.

“Dengan Red Bull, itu adalah situasi fundamental dimana regulasi Power Unit berubah terbalik. Jadi parameter fundamental berubah. Kami melihat itu dan berpikir: 'Sebaiknya kita berhati-hati'.

"Satu musim telah berlalu dalam sekejap dan kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi untuk melihat ke belakang pada akhir musim depan dan setelahnya, mengatakan: 'Itu pahit'."

Wolff ingin Mercedes "menghindari kesalahan" dan menambahkan: "Kami memiliki organisasi yang sama, kemampuan yang sama, pendanaan yang sama. Pilar lainnya masih ada."

Hamilton tidak memenangkan satu balapan pun pada tahun 2022 untuk pertama kalinya dalam karir yang legendaris, dan mengakhiri musim di urutan keenam yang merupakan pencapaian terburuknya selama membalap di Grand Prix.

 

"Kami 100 persen yakin bahwa ini adalah tahun yang diperlukan bagi kami untuk memberi energi dan memotivasi kembali tim," kata Wolff.

“Ini sekali lagi membawa kami ke bawah, membuat kami menghargai bagaimana Anda menang dan juga memahami betapa sulitnya untuk pulih.

"Kami telah memulai sprint 100m 10m di belakang semua orang. Jadi kami harus berlari lebih cepat. Organisasi ini memiliki semua yang diperlukan untuk berlari lebih cepat.

"Tidak ada rasa takut, tapi kami harus tajam. Saya seorang pria yang setengah gelas kosong [pesimis]. Saya sama sekali tidak yakin kami bisa bangkit kembali ke posisi di mana kami bisa berjuang untuk kejuaraan.

"Anda perlu mengakui bahwa persaingan itu kuat tetapi kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan kami untuk menetapkan tujuan kami dan mencoba untuk mengalahkannya."