Mantan Pembalap Williams F1 Kembali ke Kejuaraan Dunia dengan Ford
Ford telah mengumumkan perekrutan mantan pembalap Williams F1, Logan Sargeant untuk proyek hypercar mereka di 2027.

Mantan pembalap F1 Logan Sargeant telah dikonfirmasi sebagai pembalap Ford di kelas Hypercar World Endurance Championship pada tahun untuk musim 2027.
Selama acara peluncuran Ford Racing di Detroit pada Kamis malam, tim asal Amerika tersebut mengumumkan bahwa Sargeant akan bergabung dengan pembalap pabrikan yang sudah ada, Mike Rockenfeller dan Sebastian Priaulx, di kelas Hypercar.
Pembalap Amerika berusia 25 tahun ini berkompetisi dalam 36 Grand Prix antara tahun 2023 dan 2024 bersama Williams sebelum digantikan untuk sembilan putaran terakhir musim 2024.
Setelah meninggalkan F1, Sargeant berpartisipasi dalam tes pembalap rookie WEC di Bahrain pada bulan November dan juga tampil di kelas LMP2 Kejuaraan IMSA SportsCar.
Tahun ini Sargeant akan membalap di kategori LMGT3, mengendarai Ford Mustang #88 milik Proton Competition sebelum akhirnya mengendarai Hypercar yang disiapkan Ford untuk musim 2027.
“Logan membawa tingkat kecanggihan teknis dan pengalaman downforce tinggi yang sangat penting untuk program sebesar ini,” kata kepala Ford LMDh, Dan Sayers.
“Memiliki seorang Amerika kembali di Ford di Le Mans terasa tepat. Ini merupakan penghormatan kepada para raksasa seperti Dan Gurney dan AJ Foyt, yang menunjukkan kepada dunia pada tahun 1967 apa yang terjadi ketika ketangguhan Amerika bertemu dengan ambisi global.”
Kiprah singkat Sargeant di F1

Sargeant hanya berhasil meraih satu poin selama masa singkatnya di F1, yaitu poin terakhir saat ia finis di urutan ke-10 pada Grand Prix Amerika Serikat 2023.
Pembalap kelahiran Florida ini berada di bawah tekanan karena performanya yang buruk pada tahun 2024 dan akhirnya digantikan oleh Franco Colapinto untuk paruh kedua musim.
Sargeant mengalami beberapa kecelakaan besar selama kariernya di F1, termasuk kecelakaan hebat di sesi latihan ketiga Grand Prix Belanda yang membuatnya tidak dapat berpartisipasi dalam kualifikasi.
Kecelakaan itu mendorong Team Principal Williams, James Vowles, untuk berbicara dengan Mercedes dan Red Bull tentang ketersediaan beberapa pembalap dalam daftar mereka.
Sargeant kemudian finis di urutan ke-16 di Zandvoort, yang menandai balapan F1 terakhirnya sebelum ia dipecat.


