Penjelasan: Kenapa F1 Melarang Penggunaan Active Aero di Monako?

F1 telah membatalkan penggunaan aerodinamika aktif di Grand Prix Monaco. Berikut alasannya...

Active aero will not feature at this year's Monaco Grand Prix
Active aero will not feature at this year's Monaco Grand Prix

Pembalap Formula 1 tidak akan memiliki aerodinamika aktif selama akhir pekan Grand Prix Monako setelah badan pengatur FIA memutuskan bahwa tidak akan ada zona Straight Mode.

Straight Mode diperkenalkan sebagai bagian dari paket regulasi 2026 dan secara efektif menggantikan Drag Reduction System (DRS) yang digunakan F1 antara tahun 2011 dan 2025.

Saat diaktifkan, sayap depan dan belakang bergerak untuk mengurangi drag dan memungkinkan mobil mencapai kecepatan tertinggi yang lebih tinggi.

The FIA's track map for the Monaco Grand Prix
The FIA's track map for the Monaco Grand Prix

Celah slot ala DRS pada sayap belakang, dan elemen flap sayap depan, hanya dapat diaktifkan ketika pembalap berada di dalam zona Straight Mode.

Grand Prix Monakoakan menjadi balapan pertama musim ini di mana zona mode lurus tidak akan ada sama sekali.

Sebelumnya, DRS diizinkan di lintasan lurus start-finish di Monaco, yang menunjukkan bahwa ini bisa jadi merupakan zona mode lurus.

Namun, FIA telah menetapkan bahwa Monaco tidak memiliki area yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan di semua lintasan.

Terdapat kekhawatiran bahwa beberapa zona traksi dan pengereman dapat berdampak negatif pada stabilitas mobil saat mode lurus diaktifkan. Monaco memiliki beberapa bagian di mana elemen-elemen ini sangat penting.

FIA juga telah menguraikan bahwa setiap zona harus berlangsung minimal tiga detik agar mode lurus dapat diaktifkan.

Untuk Monaco, keselamatan pada akhirnya menjadi prioritas utama.

Norris celebrated his first win in Monaco last year
Norris celebrated his first win in Monaco last year

Gabriel Bortoleto menyatakan di Kanada pekan lalu bahwa mode lurus tidak akan tersedia di Monaco.

Pembalap Audi itu memperkirakan overtake akan sulit, meskipun ada fitur baru yang tersedia bagi para pembalap pada tahun 2026.

Salah satunya adalah overtake mode, yang akan diizinkan di Monako, dengan zona aktivasi di tikungan terakhir.

“Sejujurnya, saya rasa akan sulit untuk menyalip di Monako, karena di Monako banyak sekali kesempatan untuk mengisi ulang energi,” jelas Bortoleto. “Anda tidak akan kehabisan energi di sana.

“Jika saya tidak salah, SM akan dilepas, jadi efek sayap juga tidak akan ada.

“Saya harap balapan tahun ini akan sedikit lebih menyenangkan daripada tahun lalu, tetapi kita tahu bahwa sekarang kita memiliki mobil-mobil besar ini, dan sayangnya tidak mudah untuk menyalip, jadi saya tidak berharap akan jauh berbeda dari sebelumnya, tetapi saya berharap saya salah. Mari kita lihat.”

Tahun lalu, ada regulasi wajib dua kali yang diperkenalkan untuk Grand Prix Monako. Namun, itu dibatalkan setelah komentar para pembalap memberi beragam tanggapan, meski kebanyakan negatif.

Balapan itu dimenangkan oleh Lando Norris, yang merupakan kemenangan pertamanya di Principality.

Prediksi Pemenang F1 GP Monako 2026

Andrea Kimi Antonelli (Mercedes)
0% (0 votes)
George Russell (Mercedes)
0% (0 votes)
Charles Leclerc (Ferrari)
0% (0 votes)
Lewis Hamilton (Ferrari)
0% (0 votes)
Lando Norris (McLaren)
0% (0 votes)
Oscar Piastri (McLaren)
0% (0 votes)
Max Verstappen (Red Bull)
0% (0 votes)
Pembalap lain, beri tahu jawaban kamu di komentar.
0% (0 votes)
Total votes: 0

In this article