Musim 2022 akan menjadi yang terpanjang dalam sejarah Formula 1, dengan seluruh kalender F1 2022 akan memiliki 23 balapan yang direncanakan antara bulan Maret dan November.

Namun, ancaman COVID-19 belum sepenuhnya reda, membuat kalender F1 2022 berpotensi mendapatkan banyak perombakan seperti tahun 2020 dengan 17 balapan, atau 2021 yang meski menghadirkan 22 balapan namun kembali melewatkan beberapa tempat khususnya di Asia.

F1 akan kembali ke Australia, Kanada, Singapura, dan Jepang setelah absen selama dua tahun. Namun, FIA dan Formula 1 tetap waspada tentang dampak potensial dari kembalinya pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di seluruh dunia dan munculnya varian Omicron.

Ketika ditanya wilayah mana yang ditargetkan F1 untuk balapan di masa depan selama wawancara dengan Sport 1, Domenicali mengatakan: “AS penting bagi kami dan kami bekerja keras untuk membuat Miami sukses pada 2022.

“Wilayah lain yang tidak boleh kita remehkan adalah Timur Jauh, terutama dengan Guanyu Zhou, yang sekarang membalap untuk Alfa Romeo. Minat dari China semakin meningkat, itulah sebabnya kawasan ini juga akan menjadi fokus kami.

“Kembalinya di Afrika - baik di utara atau selatan - akan menjadi luar biasa.

“Namun, seberapa cepat ini bekerja juga akan tergantung pada situasi di sekitar Covid. Kita tidak boleh terus meremehkan pandemi corona. Pada 2022, kami mungkin juga harus menyesuaikan kalender lagi.”

Eropa tetap 'sangat penting' untuk F1

Formula 1 baru-baru ini menyetujui kesepakatan jangka panjang yang sangat menguntungkan bagi Arab Saudi dan Qatar untuk menjadi anggota permanen di kalender di tengah peningkatan eksistensi di Timur Tengah.

Meski F1 terlihat sibuk menggarap pasar baru, Domenicalli menekankan bahwa basis Eropa dengan Grand Prix tradisional juga sangat penting, dengan kembalinya Grand Prix Jerman menjadi salah satu fokus Domenicalli di Benua Biru.

“Kita harus memastikan bahwa Grand Prix tradisional mempertahankan tempat mereka,” katanya. “Dan percayalah: Saya kecewa dan juga sedih karena saat ini kami tidak memiliki Grand Prix Jerman.

“Sayangnya, saya tidak melihat minat nyata dari Jerman untuk menjadi bagian dari kalender Formula 1 lagi. Sayang sekali dan sebenarnya sulit dipercaya. Saya berharap bahwa ini akan berubah lagi di masa depan.

“Kami memiliki begitu banyak permintaan dari seluruh dunia. Kami dapat dengan mudah berkendara di 30 trek balap yang berbeda. Dan sangat disesalkan melihat tidak ada seorang pun dari Jerman yang menelepon.”

“Jerman adalah penggemar motorsport yang bersemangat, atmosfer di Nürburgring dan di Hockenheim selalu fantastis,” tambahnya.

“Mengingat minat ini, saya percaya bahwa jawaban yang benar tidak diberikan saat ini. Ini juga mengapa saya ingin berdialog dengan promotor, tetapi juga pihak-pihak lain yang berkepentingan di Jerman pada awal 2022.

“Ini menjadi diskusi terbuka untuk mengeksplorasi bagaimana Formula 1 bisa kembali ke Jerman. Dan saya akan berperan aktif dalam hal ini.”