Max Verstappen meraih gelar juara dunia F1 pertamanya tahun lalu setelah mengalahkan Lewis Hamilton di Abu Dhabi, membuatnya jadi juara dunia pertam Red Bull sejak Sebastian Vettel tahun 2013.

Saat itu, Vettel mengklaim empat gelar beruntun bersama Red Bull antara 2010 sampai 2013 sebelum memasuki dominasi Mercedes, yang bertepatan dengan era V6 Turbo Hibrida pada tahun berikutnya.

Meski secara jumlah titel masih kalah, Marko menganggap Verstappen adalah pembalap tersukses yang dimiliki Red Bull, melampaui Vettel yang sangat dominan saat masih bersama tim.

"Ya, tidak diragukan lagi," Marko dikutip oleh The Independent ketika ditanya apakah Verstappen adalah pembalap terbaik yang pernah bekerja dengannya.

Menjelaskan apa yang membuat Verstappen paling menonjol, Marko menunjukkan kemampuan alami dan kecepatan mentah yang melekat padanya.

“Dia tidak membutuhkan [lap] pemanasan,” kata Marko. “Jika hujan di suatu tempat, yang lain melakukan lima atau delapan lap. Kemudian Max keluar dan mencatat waktu tercepat di lap pertama.

“Atau Jeddah – tidak ada yang tahu treknya. Yang lain mengemudi lagi, Max keluar…bang! Tiga kali [sektor tercepat]. Itu adalah salah satu kualitasnya yang menarik.”

Verstappen telah mengumpulkan 20 kemenangan sejak memasuki kancah F1 pada usia 17 tahun, dengan setengah dari kemenangan itu datang dari musim kemenangan gelarnya tahun lalu.

Max meraih kemenangan pertamanya pada Grand Prix Spanyol 2016, balapan debutnya bersama Red Bull, memecahkan rekor Vettel sebagai pemenang balapan termuda di Formula 1.

Sejauh ini, Vettel masih jadi pembalap tersukses Red Bull dengan 38 kemenangan sebelum dia pindah ke Ferrari pada tahun 2015, dengan Verstappen berada di posisi kedua.