Andrea Dovizioso, pemenang balapan MotoGP 15 kali dan tiga kali runner-up kejuaraan dunia, akan mengakhiri karirnya yang mengesankan pada akhir pekan MotoGP San Marino di Misano.

Comeback ke Yamaha terbukti menjadi bencana, Dovi lebih diingat untuk waktunya bersama Ducati di mana ia meraih 14 dari 15 kemenangannya, yang lainnya bersama Repsol Honda di Donington Park (2009).

“Bagi saya dia adalah pebalap yang bertahan lama di MotoGP dan merupakan atlet hebat, pebalap hebat,” kata juara bertahan Quartararo saat konferensi pers jelang akhir pekan.

"Tentu saja, itu adalah nama besar yang pergi dari MotoGP. Saya pikir dia memenangkan lebih dari 15 balapan di MotoGP, jadi dia adalah pebalap besar dan saya berharap yang terbaik untuknya setelah balapan ini."

Apakah itu musim rookie-nya pada 2019 atau 2022 di mana Quartararo menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang mampu bertarung di depan, pertarungan di trek antara keduanya cukup terbatas.

Namun, tidak demikian halnya antara Dovizioso dan juara dunia delapan kali Marquez, karena keduanya memberikan beberapa pertarungan lap terakhir terbaik dalam sejarah MotoGP.

Bagnaia, yang mengincar kemenangan beruntut keempat akhir pekan ini yang belum pernah dilakukan Dovizioso atau pembalap Ducati lainnya, menyebut Dovi sebagai satu-satunya orang yang mampu melawan Marc Marquez di tengah dominasinya.

Bagnaia menambahkan: “Yang pasti, ini akan menjadi akhir pekan yang emosional baginya untuk berhenti di Misano. Kita semua dapat memiliki kenangan indah tentang Dovi karena dia telah melakukan begitu banyak hal hebat dalam beberapa tahun terakhir bersama Ducati.

“Dia adalah satu-satunya yang bertarung dengan Marc [Marquez] di saat Marc berada di puncak. Kami akan merindukan Andrea karena dia adalah salah satu orang yang paling jelas di MotoGP.”