Meski Aleix Espargaro telah membawa RS-GP ke lima podium, termasuk kemenangan pertama Aprilia di MotoGP, dampak yang dihadirkan Maverick Vinales juga tidak bisa dikesampingkan.

Bergabung dengan Aprilia setelah dipecat Yamaha pada pertengahan 2021, ini adalah musim penuh pertama Maverick di atas RS-GP, sesuatu yang diperhatikan oleh Miguel Oliveira dan Raul Fernandez sebagai pertimbangan untuk rencana masa depan mereka.

Selalu membesut motor bermesin inline-4 untuk Suzuki dan kemudian Yamaha antara 2015 sampai pertengahan 2021, Vinales sekarang memiliki 18 balapan (satu musim penuh) dengan Aprilia RS-GP yang ditenagai mesin V4.

Meskipun kerap kesulitan pada kualifikasi, Vinales terus menutup celah dengan Espargaro pada balapan, dengan podium berturut-turut di Assen dan Silverstone sebagai sorotan utama.

“Sangat sulit untuk menganalisis dari luar,” kata Oliveira. “Tapi saya pikir melihat Vinales benar-benar membantu saya untuk lebih memahami potensi [Aprilia] karena Aleix telah menghabiskan bertahun-tahun di sana dan dia tahu itu dengan sempurna.

“Tapi Vinales datang dari seluruh karirnya di MotoGP dengan mesin inline, itu benar-benar membuatnya cukup menarik ketika dia melompat ke atas motor, untuk tampil di level yang sangat bagus. Jadi itu mungkin meyakinkan saya lebih dari mungkin hasil Aleix.

“Mari kita lihat bagaimana kami cocok, tentu saja setiap gerakan didasarkan pada sedikit keyakinan dan harapan bahwa itu akan berhasil.”

Fernandez, yang saat ini memasuki sepertiga akhir dari apa yang sejauh ini merupakan musim rookie yang sulit di Tech3 KTM, menambahkan:

“Saya pikir seperti yang dikatakan Miguel, Aleix telah bertahun-tahun dengan motor itu, jadi saya melihat lebih banyak musim Maverick Vinales cukup menarik - bagaimana dia berevolusi pada motor, perasaannya, dan hasilnya.

“Saya pikir ini lebih penting. Aleix melakukan tahun yang luar biasa, tetapi saya [melihat] lebih banyak tentang bagaimana Maverick mengelola situasi ini.”

Oliveira, pemenang MotoGP empat kali untuk KTM, menambahkan situasi kariernya dan kehangatan yang ditunjukkan oleh CEO Aprilia Racing Massimo Rivola juga membantu meraih kesepakatan.

“Yang pasti waktunya adalah salah satu faktor besar, besar,” katanya. “Saya merasa saya bisa memiliki kesempatan untuk mencoba motor lain dan yang sangat kompetitif. Sehingga membuat saya benar-benar berpikir dan tergoda untuk menerima tawaran ini.

“Saya juga merasakan sambutan yang sangat, sangat hangat dari Massimo. Massimo benar-benar mungkin menambahkan bahan tambahan untuk meyakinkan saya.

“Tapi pasti menyenangkan untuk terlibat dalam dua tahun ke depan dalam proyek yang berbeda dan dengan motor yang sudah terbukti bisa sangat konsisten melalui setiap akhir pekan dan setiap trek balap.”

Oliveira hargai KTM atas tawaran GASGAS

Sementara Oliveira terlihat akan bergabung RNF Aprilia selama berbulan-bulan, KTM coba mempertahankan pembalap Portugal itu dalam keluarga dengan melayangkan tawaran menit terakhir untuk bergabung dengan tim Tech3 yang berganti nama menjadi GASGAS.

“Niat KTM menjaga saya dalam proyek itu ada sejak mereka mengumumkan Jack [Miller] untuk kursi pabrik,” kata Oliveira. “Saat itu belum ada gambaran bagaimana tim ini akan disebut GASGAS atau Tech3. Jadi pada saat itu keputusan saya cukup jelas.

“Selama proses, tentu saja saya diberi lampu hijau untuk mencari kursi lain, dan saya melakukannya. Dan selama waktu ini tidak ada perkembangan lebih lanjut dengan KTM sampai akhir pekan Spielberg di mana mereka membuat penawaran terakhir dan dorongan terakhir untuk mempertahankan saya.”

Meskipun Oliveira akhirnya menolak kontrak tiga tahun yang dikabarkan, dia menghargai upaya yang dilakukan untuk mencoba dan mempertahankannya.

“Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, saya rasa kami tidak ingin mengakhiri sesuatu dengan tiba-tiba atau tanpa perlawanan,” kata Oliveira. “Upaya terlambat yang dilakukan KTM untuk membuat saya tetap berada di dalam keluarga sangat adil.

“Saya sangat bangga dengan hubungan yang kami bangun selama bertahun-tahun ini. Kami selalu sangat transparan dalam negosiasi ini, memberikan umpan balik kepada mereka dan dari pihak mereka juga mereka setiap saat sangat transparan [dengan saya].

“Jadi saya sangat senang dan sangat bangga bahwa kami telah membangun hubungan yang kuat ini. Dan dunia itu bulat, Anda tidak pernah tahu hari berikutnya jadi… Semuanya akan tetap dalam hubungan yang baik [antara kami].

“Saya tidak punya hal lain untuk ditambahkan selain penghargaan dan sangat berterima kasih atas usaha mereka.”