Marc Marquez Terkesan dengan Data Jorge Martin di Ducati
Marc Marquez mengungkapkan bagaimana data MotoGP milik Jorge Martin membuatnya terkesan saat keduanya sama-sama berada di Ducati.

Hanya selisih dua poin memisahkan Jorge Martin dan Marc Marquez saat MotoGP memasuki lima putaran terakhir di Phillip Island akhir pekan ini.
Marquez, yang telah meraih gelar juara MotoGP sebanyak tujuh kali, belum pernah kalah dalam pertarungan perebutan gelar secara langsung. Begitu pula dengan Ducati, yang belum pernah kehilangan gelar juara pembalap sejak tahun 2021.
Sementara itu, Martin - juara dunia 2024 bersama Pramac Ducati - berupaya mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara kelas utama pertama bagi Aprilia.
Musim 2024 tersebut juga menjadi musim pertama bagi Marquez menunggangi motor Ducati, setelah ia meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Gresini.

Meskipun Marquez mengendarai GP23 berusia satu tahun dan bukan GP24 spek pabrikan yang digunakan oleh Martin, Pecco Bagnaia, dan Enea Bastianini, Marquez memiliki akses ke semua data Ducati - dan tidak meremehkan ancaman Martin musim ini.
"Bagi saya, Martín adalah pembalap yang sangat berbakat, sangat berbakat," ujar Marc Marquez seperti dikutip oleh motorsport.com. "Musim lalu merupakan tahun yang sangat rumit baginya, dengan banyak cedera.
"Namun, saat saya pindah ke Ducati [bersama Gresini pada 2024] dan memiliki kesempatan untuk melihat data dari semua pembalap yang menggunakan merek tersebut, Martín adalah salah satu yang paling membuat saya terkesan—baik dari cara dia membalap maupun dari apa yang mampu ia lakukan.
"Gaya balapnya sangat mirip dengan gaya saya, yakni sangat berfokus pada pengereman. Memang benar posisi duduknya saat berkendara sangat condong ke belakang, tetapi dia adalah pembalap yang pantang menyerah; dia seorang petarung."
Jorge Martin menanggapi: "Selalu menyenangkan ketika seseorang seperti Marquez memberikan pujian kepada Anda. Bagi saya, merupakan suatu kehormatan bisa bersaing memperebutkan gelar juara melawannya.
"Saya sangat yakin bahwa Marc-lah yang membuat saya menjadi lebih baik, karena untuk mengalahkannya, saya harus mengeluarkan kemampuan terbaik dari diri saya. Saya berharap dapat terus bersaing dengannya selama bertahun-tahun ke depan."
Rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi, menjadi pembalap terdekat berikutnya setelah dua posisi teratas, meski terpaut 46 poin dari puncak klasemen.
Pedro Acosta - yang kelak akan menjadi rekan setimnya di Ducati - merupakan pembalap MotoGP lainnya yang kabarnya sangat dihargai oleh Marquez karena bakatnya yang luar biasa.

















