FIA mengadopsi konsep Stewarding yang tidak biasa dengan menunjuk lebih dari satu Race Director, Eduardo Freitas dan Niels Wittich, untuk musim F1 2022.

Race Director coba mengeskalasi buku peraturan F1 yang panjang dan rumit, termasuk peraturan perhiasan dan pakaian dalam yang kembali dieskalasi ke pembalap.

Hal ini membuat banyak pembalap dihukum karena pelanggaran regulasi, kami coba mengulas beberapa pelanggaran aneh yang terjadi sepanjang musim 2022.

Vettel mengendarai moped di dalam trek

Sebastian Vettel didenda €5.000 (setara Rp 75 juta) karena membawa skuter ke sirkuit Albert Park di akhir FP1.

Pembalap Jerman itu berhenti di trek menjelang akhir sesi pembuka di Melbourne, namun yang terjadi selanjutnya Vettel mengambil skuter dari salah satu marshal untuk kembali ke pit melewati dalam trek.

The CRAZY life of Bernie Ecclestone | Crash.Net F1 2022

Meski momen tersebut viral di media sosial, tindakan Vettel melanggar pasal 26.7 Peraturan Olahraga FIA yang berbunyi “Siapa pun berada di trek dalam periode lima menit setelah akhir sesi, dengan pengecualian personel yang diidentifikasi secara khusus, yang tidak membuat ketentuan bagi pembalap untuk memiliki akses tersebut. kecuali secara khusus diizinkan.”

Penggunaan perhiasan saat on-track

Penggunaan perhiasan oleh pengemudi saat berada di trek telah dilarang sejak tahun 2005, namun baru ditegakkan oleh Race Director tahun ini.

Menjelang Grand Prix Australia, Race Director baru Niels Wittich menjelaskan di awal bahwa pemakaian perhiasan - termasuk rantai leher, gelang dan tindik - akan dianggap sebagai pelanggaran aturan dan dapat berakibat fatal.

Hal ini secara langsung berdampak pada Lewis Hamilton, yang sebagian besar kariernya di F1 mengenakan tindik hidung, sementara beberapa pebalap memakai jam tangan.

Meskipun ada penolakan dari para pebalap, dan masa tenggang bagi Hamilton untuk melepas kancing hidungnya, semua pebalap telah mengikuti aturan dan dengan demikian tidak ada hukuman yang diberikan.

Pakaian dalam

Selama akhir pekan Melbourne yang sama, Wittich memperingatkan para pembalap bahwa FIA akan semakin ketat dalam memantau jenis pakaian dalam yang dikenakan selama balapan dengan alasan keamanan.

Tindakan keras itu dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran bahwa pakaian dalam pengemudi tidak memenuhi standar keselamatan, terutama jika pakaian itu tidak tahan api.

Lampiran L Kode Olahraga Internasional FIA menguraikan bahwa pengemudi harus mengenakan sarung tangan, pakaian dalam panjang, balaclava, kaus kaki, dan sepatu yang dihomologasikan dengan standar keselamatan FIA.

Meninggalkan briefing pembalap

Vettel kembali berada dalam pengawasan FIA, kali ini ia meninggalkan briefing pembalap pada hari Jumat di Red Bull Ring.

Juara empat kali itu keluar dari briefing pembalap "tanpa izin" dan "menyatakan frustrasi pada pertemuan itu".

Diketahui Vettel memutuskan untuk meninggalkan pertemuan tersebut setelah merasa frustrasi dengan diskusi mengenai standar mengemudi. 

Namun pelanggaran tetaplah pelanggaran, pembalap Aston Martin itu didenda €25.000 (setara Rp 377 juta) yang ditangguhkan sampai akhir musim.

Interaksi dengan Fisio di Parc Ferme

Sekali lagi di GP Austria, kali ini giliran tiga besar - Charles Leclerc, Max Verstappen dan Lewis Hamilton - masing-masing dikenai denda sebesar €10.000 (Rp 151 juta).

Hal ini karena fisioterapis mereka berinteraksi di Parc Ferme sebelum ditimbang. Jika mengacu pada regulasi F1, Fisioterapis "harus menunggu di luar ruang pendinginan di belakang podium sampai upacara podium selesai."

Penalti ganda Zhou yang aneh

Rookie Cina Zhou Guanyu dipukul dengan penalti ganda yang tidak biasa di Grand Prix Arab Saudi.

Zhou menerima penalti lima detik dari Steward karena menyalip Alex Albon keluar lintasan pada putaran pembukaan di Jeddah.

Saat ia melakukan hukuman di pit lane, operator dongkrak (orang yang diminta untuk mengangkat dan menurunkan mobil di pit stop) menyentuh mobil.

Zhou seharusnya menjalani hukuman sebelum Alfa Romeo bisa mengoperasi mobilnya.

Pelanggaran tersebut menghasilkan penalti drive-through, memperparah waktu yang telah hilang di pit-lane.

Keputusan taktis Alonso

Fernando Alonso adalah rubah tua yang cerdik dan dia menunjukkanya di Miami Grand Prix perdana.

Berlari di depan pembalap Haas Mick Schumacher, Alonso memotong tikungan ke-15.

Dengan melakukan ini, dia bisa meninggalkan Schumacher dari jendela DRS satu detik.

Meskipun terangkat setelah itu, Alonso mengambil penalti lima detik, menjatuhkannya dari poin.

“Kami percaya itu sangat tidak adil dan itu hanya ketidakmampuan dari para steward,” kata Alonso. “Mereka tidak terlalu profesional, saya pikir, di Miami.”

Bahan bakar hangat Aston Martin

Baik Lance Stroll maupun Vettel terpaksa start dari pit lane di Miami menyusul kesalahan prosedur pra-balapan dari Aston Martin.

Regulasi teknis menyatakan ada suhu minimum dari bahan bakar untuk memulai balapan.

Itu harus harus berada dalam 10C dari suhu sekitar karena bahan bakar yang lebih dingin memiliki manfaat dalam hal tenaga.