Formula 1 menuju double-header penutup paruh pertama musim 2022, yang diawali dengan F1 GP Prancis akhir pekan ini di Sirkuit Paul Ricard.

Pada balapan sebelumnya di Austria, Charles Leclerc berhasil mengalahkan Max Verstappen di Red Bull Ring, meski jarak keduanya di klasemen masih terpaut 38 poin.

Redaksi Crash.net F1 kembali melihat beberapa poin pembicaraan utama menuju akhir pekan di Sirkuit Paul Ricard, kira-kira apa saja?

Mampukah Leclerc lanjutkan momentum?

Kemenangan Leclerc di Grand Prix Austria merupakan hasil penting dan sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk kembali menghidupkan kembali harapan gelarnya.

Itu adalah kemenangan pertama Leclerc sejak Grand Prix Australia bulan April, dan berhasil memangkas keunggulan Verstappen di klasemen menjadi 38 poin menuju pertengahan musim.

Setelah serangkaian kesuksesan untuk Verstappen dan Red Bull, momentum telah berayun kembali ke Ferrari akhir-akhir ini. Sebagian berkat upgrade yang membantu Scuderia memangkas defisit mereka terhadap Red Bull.

Skuat Maranello tentu ingin melanjutkan performa kuat mereka menuju double-header sebelum jeda musim panas, khususnya Leclerc yang mencari kemenangan beruntun di Paul Ricard.

Dengan Ferrari dan Red Bull terlihat sangat berimbang dalam hal performa, reabilitas memainkan peran kunci. Dan itu menjadi faktor besar yang telah membolak-balik peruntungan kedua protagonis gelar tahun ini.

Setelah Verstappen dan Red Bull dihantam masalah teknis pada awal musim, kali ini giliran Ferrari tengah dihantui drama reabilitas mereka sendiri. Kegagalan mesin yang brutal untuk Leclerc saat memimpin di Spanyol dan Azerbaijan menempatkannya di belakang Verstappen dalam pertarungan gelar.

Yang terbaru, giliran Carlos Sainz mengalami kegagalan mesin yang spektakuler, dan Leclerc menghadapi beberapa lap terakhir yang menegangkan dengan pedal gas yang menempel di Austria.

Jika Leclerc ingin bertarung melawan Verstappen untuk memperebutkan gelar juara dunia, Ferrari tidak bisa terus terjebak dalam drama reabilitas tanpa akhir.

Bisakah Mercedes kembali ke jalur kemenangan?

Sejak membawa paket baru ke Grand Prix Inggris, Mercedes telah menikmati langkah maju dalam daya saing dan mampu mengimbangi Ferrari dan Red Bull di Silverstone.

Lewis Hamilton tampaknya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan pada balapan sebelum ia akhirnya harus puas dengan posisi ketiga di belakang pebalap Ferrari Carlos Sainz dan pebalap Red Bull Sergio Perez setelah restart Safety Car yang dramatis.

Meskipun Mercedes tidak dapat mereplikasi level performa tersebut di Austria, mereka mempertahankan level yang sama terhadap Ferrari dan Red Bull dengan Hamilton kembali naik podium untuk tiga balapan beruntun.

Mercedes diharapkan menjadi lebih kuat lagi di Prancis berkat karakteristik Paul Ricard, yang menampilkan tikungan berkecepatan tinggi dan permukaan trek yang mulus, dua faktor yang memunculkan yang terbaik di W13.

Meski kalah dari Verstappen tahun lalu, Mercedes pada dasarnya memiliki rekor kuat di Paul Ricard dengan Hamilton memenangkan dua dari tiga balapan di Le Castellet sejak 2018.

Dengan upgrade lebih lanjut, yang akan diperkenalkan oleh pabrikan Jerman pada dua balapan berikutnya, apakah The Silver Arrows berhasil meraih kemenangan pertamanya musim ini di Prancis?

Alpine berharap bisa gusur McLaren di kandang

Alpine telah membuat kemajuan yang menggembirakan setelah memperkenalkan serangkaian pembaruan pada dua balapan terakhir.

Paket aerodinamis utama di Grand Prix Inggris dan peningkatan lebih lanjut di Austria telah meningkatkan daya saing Alpine dan menggerakkan tim lebih dekat ke barisan depan lini tengah.

Fernando Alonso finis kelima di Silverstone dan itu akan menjadi skor ganda jika Esteban Ocon tidak mengalami masalah mekanis yang memaksanya untuk pensiun. Pada balapan berikutnya giliran Ocon untuk mengambil posisi kelima di Austria saat Alonso menyelesaikan pemulihan yang mengesankan ke posisi 10 dari paling belakang grid.

Dengan hasil tersebut, Alpine menuju Grand Prix Prancis akhir pekan ini di urutan kelima klasemen konstruktor, sama-sama memiliki 81 poin dengan McLaren di urutan keempat.

Menuju balapan kandang, dan dengan kedua pembalap tampil di level tinggi, Alpine optimistis dengan peluang mereka untuk menggusur McLaren dari P4 klasemen.

Lebih banyak poin untuk Schumacher?

Sebelum terobosan besar di Grand Prix Inggris, Mick Schumacher menghadapi tanda tanya menyusul awal musim yang sulit.

Kecelakaan mahal di Arab Saudi dan Monaco menyebabkan Schumacher menerima peringatan dari bos Haas Guenther Steiner, dan pembalap Jerman itu mendapati dirinya berada di bawah tekanan yang meningkat untuk meniru jenis hasil yang dikelola oleh rekan setimnya Kevin Magnussen.

Schumacher akhirnya mengakhiri penantian panjangnya untuk mendapatkan poin F1 pada Grand Prix ke-31 dengan drive brilian ke tempat kedelapan di Silverstone. Momentum berlanjut dengan Mick finis ketujuh di Red Bull Ring, yang merupakan hasil terbaik mereka sejak Austria 2018.

Ini menandai perubahan yang cukup baik bagi Schumacher, putra dari juara dunia tujuh kali Michael, yang semakin percaya diri.

Schumacher sekarang menuju ke tempat di mana ia mengamankan penampilan Q2 pertamanya di F1 tahun lalu. Dia akan berusaha lebih baik kali ini dan memanfaatkan momentum yang baru ditemukannya.

Dengan Haas akan memperkenalkan paket peningkatan pertama mereka musim ini di Grand Prix Hungaria pada akhir bulan, Schumacher akan berharap bahwa poin dapat menjadi target reguler.