Sergio Perez telah menunjukkan kelasnya sepanjang 2020 dengan penampilan yang sangat mengesankan untuk Racing Point, khususnya dengan kemenangan perdana di F1 GP Sakhir. Bahkan jika tidak menang di Sakhir, Checo dianggap lebih dari pantas mendapatkan tempat di grid untuk tahun depan.

Pembalap Meksiko itu telah mengumpulkan 125 poin dan duduk di urutan keempat klasemen F1 Musim 2020 jelang balapan penutup di Abu Dhabi. Ini merupakan hasil impresif mengingat Checo sempat tertular virus corona, dan absen di kedua balapan Silverstone.

Penampilan Sergio Perez sangat bagus di delapan balapan terakhir, ia mencatatkan empat finis lima besar, termasuk finis kedua di GP Turki. Sempat terjegal masalah teknis di balapan pertama di Bahrain, Checo bangkit dan memenangi balapan di F1 GP Sakhir, setelah sempat tercecer di posisi belakang sebelum kembali merangsek dan menang.

Performa mengkilap Sergio Perez di balapan tersebut seakan menjelaskan kenapa ia masih pantas berada di F1. Pembalap terbaik di pertarungan papan tengah F1 ini sekali lagi membuktikan bahwa jika ada tim yang menginginkan pembalap kompetitif untuk memaksimalkan setiap peluang, tidak banyak opsi yang lebih baik dari Perez.

Dan atas alasan itu juga, Red Bull secara kompetitif tidak bisa lagi mempertahankan Alex Albon yang tengah kesulitan, di mana tim bermesin Honda itu sedang mencari opsi rekan satu tim Max Verstappen untuk musim 2021.

Team Principal Red Bull, Christian Horner, memang sudah berulang kali mengatakan bahwa timnya tetap mendukung Albon dan mempertahankan pembalap blasteran Inggris-Thailand itu selama satu tahun, setidaknya sampai balapan terakhir di Abu Dhabi akhir pekan depan.

Namun, Albon mengalami kesulitan pada musim pertamanya di Red Bull secara performa. Belum lagi spekulasi yang semakin intensif mengenai masa depannya setelah dirinya secara terus-menerus dikalahkan rekan setimnya, Max Verstappen.

Singkatnya, GP Sakhir adalah gambaran sempurna dari perjalanan Albon di musim 2020. Setelah terlihat performanya membaik dengan podium di GP Bahrain, Albon mundur dua langkah lagi dalam balapan kedua yang akan diadakan di Sirkuit Sakhir, Bahrain.

Albon tersingkir di Q2 dan menempati posisi start ke-12, sebelum finis di posisi keenam yang tidak begitu impresif. Dalam perlombaan di mana Verstappen tersingkir di lap pembukaan dan Mercedes melakukan blunder yang tidak biasa di pitlane, mobil kedua Red Bull dengan nomor #23 seharusnya menang.

Jika membandingkan Albon dengan performa Sergio Perez di GP Sakhir, sulit membayangkan para petinggi Red Bull tidak secara serius mempertimbangkan kepindahan Perez yang saat ini belum mendapat tim di F1 musim 2021, sekarang telah menjadi keputusan yang tidak perlu dipikirkan lagi.

Perez memenuhi kriteria Red Bull sebagai pembalap pendukung Verstappen. Cukup cepat dan cukup konsisten untuk meraih hasil yang diharapkan tim, dan bisa muncul jika ada sesuatu terjadi dengan Verstappen. Di sisi lain, Checo tidak berpotensi memberi ancaman ke anak emas Red Bull, dan akan mendapatkan hasil yang lebih baik daripada Albon tahun ini bersama Verstappen.

Di sisi lain, Red Bull menjadi satu-satunya opsi Sergio Perez untuk tetap di grid tahun depan. Pembalap Racing Point itu mengatakan kemenangan di Bahrain memberinya sedikit kedamaian dengan diri sendiri, dan mengetahui bahwa apa pun yang terjadi pada akhirnya berada di luar kendalinya.

Meski ia sudah mengisyaratkan memiliki opsi untuk musim 2022, Perez mengaku itu adalah gambaran yang menyedihkan dari kondisi F1 saat ini jika seseorang seperti dia tidak dapat menemukan tim untuk musim 2021.

"Setelah hari ini, saya bertekad untuk berada di sini. Pilihan terbaik saya adalah terus melaju tahun depan, tetapi jika saya harus menghentikannya bukan bencana, saya bisa kembali pada 2022," kata Perez setelah balapan hari Minggu.

"Regulasi akan banyak berubah sehingga, di satu sisi, saya tidak berpikir itu akan sangat merugikan di sisi pembalap, khususnya untuk beradaptasi. Saya merasa damai dengan diri saya sendiri, saya pikir Esteban [Ocon] telah menyebutkan pembalap seperti dia kehilangan kursi, begitulah Formula 1.

"Ini bisa sangat menyulitkan, dan sayangnya [kami] bukan pembalap terbaik di Formula 1. Jadi kami terus berusaha, dan kami terus memberikan yang terbaik dan saya pikir itulah cara terbaik untuk melakukannya."

Ocon tahu betul bagaimana rasanya kehilangan tempatnya secara tidak adil di Racing Point, pembalap Prancis itu dikeluarkan pada akhir 2018 untuk digantikan oleh Lance Stroll. Hal ini ada hubungannya dengan takeover skuat yang berbasis di Silverstone itu dari Vijay Mallya, alhasil Ocon harus menganggur sampai akhirnya direkrut Renault untuk musim 2020.

Dua tahun berselang, Perez mengalami hal serupa. Namun kali ini posisi Sergio Perez untuk juara dunia empat kali, Sebastian Vettel, yang akan menjadi pembalap andalan tim yang mulai tahun 2021 akan berganti nama menjadi Aston Martin.

Ocon, yang merupakan rekan satu tim Sergio Perez antara 2017-2018, mengatakan ia senang atas kemenangan pembalap asal Meksiko itu. Dan di saat bersamaan, ia juga menekankan bahwa jika pembalap sekaliber Checo tidak mendapatkan tim untuk musim 2021, maka keadaan di F1 tidak bisa normal lagi.

"Saya senang bahwa Sergio mendapatkan hasil, Anda tahu? Hal ini menunjukkan kepada semua orang bahwa dia pantas berada di Formula 1, tambah Ocon.

“Dia salah satu pembalap terbaik, dan dia tidak bisa ditinggalkan tanpa tim, itu tidak normal. Tapi terkadang olahraganya seperti itu, sayangnya, dan Anda tidak berakhir di situasi terbaik.

"Jelas ini tahun yang sulit, tetapi saya berada di tangan yang baik. Saya memiliki banyak orang yang percaya pada saya dan mendukung saya, yang telah membantu saya untuk kembali setelah satu tahun absen dan inilah kami. Tidak mudah untuk mendapatkannya, tapi pada akhirnya kamu sampai di sana. ”

Bahkan bos Racing Point, Lawrence Stroll dan Team Principal Otmar Szafnauer, meski dengan sedikit penyesalan atas keputusan mencoret Perez dari susunan pembalap mereka, dengan cepat menunjukkan Checo layak mendapat tempat di grid untuk tahun 2021.

Jika pada akhirnya tidak berhasil, Perez dapat rehat sejenak dari F1 dengan kepala terangkat tinggi dan bangga dengan karirnya yang telah dicapai sampai saat ini, namun itu bukanlah posisi yang pantas untuknya.

Terkenal sebagai seorang pembalap yang sering berada di tempat dan waktu yang tepat, terasa pas untuk Sergio Perez bergabung dengan tim papan atas di F1 musim 2021.

 

Comments

Loading Comments...