Lewis Hamilton menyelesaikan musim 2022 di posisi keenam, posisi terburuk dalam kariernya, dan untuk pertama kalinya gagal memenangi satupun Grand Prix dalam satu musim.

Namun, pembalap 37 tahun itu menutup musim dengan kuat dan bertekad untuk melawan Max Verstappen tahun depan.

Hal ini disadari betul oleh Marko, yang mengatakan kepada Bild "Sayangnya, saya khawatir tidak" ketika ditanya apakah kesulitan Hamilton akan berlanjut tahun depan.

Verstappen vs Perez: Has their relationship gone bad?

“Mercedes berjuang melawan kami sepanjang tahun. Meski belum setinggi mata, mereka memiliki lebih banyak waktu terowongan angin untuk pengembangan mobil.

“Tapi aku tidak terlalu khawatir. Kami berada di jalur yang benar untuk tahun 2023 dan memiliki pembalap terbaik di lapangan bersama Max.”

Perkembangan Red Bull musim depan mungkin terhambat oleh hukuman penguragan waktu wind-tunnel dari pelanggaran cost-cap tahun 2021.

Mereka juga harus menghadapi drama internal antara Verstappen dan rekan setimnya Sergio Perez yang meledak secara tak terduga di Brasil.

Perez akhirnya finis ketiga, di belakang Charles Leclerc, sebagian karena Verstappen tidak memberinya posisi di Sao Paulo.

Peluang Perez musim depan dinilai oleh Marko: “Checo pasti bisa memenangkan satu atau dua balapan, tapi saya tidak melihat dia bisa menantang Max sepanjang musim.

“Secara umum, saya tidak melihat siapa pun dengan prasyarat yang sama dapat melakukannya saat ini.”

Re-Match Verstappen vs Hamilton untuk 2023?

Verstappen mengincar hat-trick kejuaraan berturut-turut pada 2023.

Hamilton, rival lamanya, akan kembali muncul sebagai penantang utama, menurut Marko.

“Ferrari kuat, tapi Mercedes akan lebih kuat dalam paket keseluruhan,” ujarnya. “Terutama dengan pebalap seperti Lewis Hamilton. Dia masih menjadi pembalap top.

“Meskipun Ferrari juga memiliki pebalap yang sangat bagus di Leclerc, dia masih membuat kesalahan. Kami ingin menjadi dominan serupa di tahun 2023. Meski sangat sulit, selalu ada ruang untuk perbaikan.

“Kami memiliki ruang untuk peningkatan dalam reabilitas. Dalam tiga balapan pertama kami tersingkir tiga kali karena cacat teknis. Dan di Brasil, set-upnya tidak tepat.

“Kami memiliki musim yang luar biasa, tetapi tidak semuanya sempurna. Dan kami masih membutuhkan hari yang sempurna untuk mengalahkan Mercedes dan Ferrari.”