Max Verstappen dari Red Bull mengklaim kemenangan ketiganya musim ini terakhir kali di Sirkuit Paul Ricard, mengalahkan Lewis Hamilton dengan strategi dua-stop yang agresif. 

Keunggulan Red Bull atas Mercedes ditegaskan oleh Sergio Perez yang mengalahkan Valtteri Bottas untuk podium ketiga, membuat jarak dengan Mercedes di pimpinan konstruktor melebar jadi 37 poin.

Yang paling menonjol adalah performa impresif di sektor tengah di Prancis, dengan Hamilton mengklaim setelah itu Mercedes "kehilangan tiga setengah persepuluh" di trek lurus saja. Sementara bagi Wolff, Red Bull telah membuat langkah maju yang signifikan setelah mengganti keseluruhan Power Unit Verstappen dan Perez di Prancis.

“Itu adalah pertarungan yang sulit tetapi saya tidak melihatnya sebagai hal yang positif. Mereka telah membuat langkah maju yang besar dengan unit daya mereka, pengenalan unit daya kedua, dan mobil balap mereka bagus, tidak diragukan lagi. Itu sebabnya tahun ini sulit.”

Setelah Prancis, Formula 1 akan menghadapi balapan back-to-back di Red Bull Ring untuk Grand Prix Styria dan Austria. Datang dengan tiga kekalahan beruntun, Wolff yakin Mercedes sudah mengevaluasi tiga balapan sebelumnya, dan merebut momentum di kandang rival.

“Tetapi sementara kami tahu masih ada jalan panjang dan lebih banyak peluang yang akan datang, di musim seperti ini, setiap poin akan penting dan membuat perbedaan. Dan kami telah meninggalkan poin di atas meja pada beberapa balapan terakhir, ”tambah Wolff.

“Kami telah membahas Prancis dan memahami area di mana kami memiliki kesempatan untuk berkembang. Jadi, sekarang ini semua tentang fokus membawa perbaikan itu ke dua putaran berikutnya di Austria, di mana semoga kami dapat mengayunkan momentum positif kembali ke arah kami.

"Syukurlah, kami tidak perlu menunggu lama untuk kesempatan berikutnya untuk mencoba dan melakukan itu dan saya bisa melihat tekad di setiap anggota tim.”