Seorang runner-up MotoGP pada tahun 2020, Franco Morbidelli tampil jauh di bawah standar sepanjang 2022 saat ia finis di urutan ke-19 di kejuaraan dunia.

Dikalahkan oleh rekan setimnya Fabio Quartararo di setiap balapan yang diselesaikan keduanya selain Buriram, Morbidelli hanya mencatat dua finis sepuluh besar yang merupakan hasil terburuknya sejak bergabung dengan kelas utama pada 2018.

Berkaca pada hasil, Morbidelli bisa saja kehilangan kursinya di tim pabrikan Yamaha jika saja dia belum memiliki kontrak sampai akhir musim depan.

Dengan demikian, peningkatan drastis perlu dilakukan pada tahun 2023 jika pembalap Italia itu ingin menghindari skenario itu, yang disadari Morbidelli setelah mengklaim dia mengubah gaya balapnya agar sesuai dengan paket Yamaha saat ini.

“Itu adalah musim yang sangat sulit, tetapi tim dan Yamaha selalu mendukung saya,” kata Morbidelli. "Musim itu sulit, tapi saya akan mengatakan itu berakhir dengan baik.

"Karena kami berhasil mengubah pendekatan saya untuk mengendarai begitu banyak di bagian terakhir musim dan terutama di dua balapan terakhir sehingga saya bisa menangani motor ini jauh lebih baik. .

“Saya senang tentang itu. Untuk mendapatkan potensi dari motor ini, Anda harus menjadi pembalap dengan DNA yang sama sekali berbeda dari saya.

"Kami perlahan berhasil mengubah DNA saya tahun ini - terima kasih kepada tim dan Yamaha."

Morbidelli mendapat kecaman keras atas performanya sepanjang 2022, baik itu dari eks-pembalap atau penggemar. Pembalap 27 tahun itu menganggap komentar negatif tersebut 'menyakitkan', meski secara besamaan cukup adil.

Mantan juara dunia Moto2 itu melakukan beberapa kesalahan yang tidak biasa seperti memblokir pembalap lain yang menyebabkan Long Lap Penalty di Sepang, dan dengan demikian menjadi alasan besar untuk sikap negatif seputar balapannya.

Berbicara tentang komentar yang dibuat dari para penggemar dan dampak yang mereka ciptakan, baik positif maupun negatif, Morbidelli berkata: "Komentar dari para penggemar jauh lebih baik dan membuat Anda merasa jauh lebih baik ketika itu positif. Ketika itu negatif, itu hanya menyakitkan.

"Rasa sakit yang perlu disingkirkan sesegera mungkin. Komentar seperti itu tidak penting, meski mungkin sah.

"Hanya komentar positif yang penting. Karena komentar positif menembus hatimu. Komentar negatif juga, tapi kamu harus menghancurkannya dengan sangat cepat."