Dengan 11 kursi berpotensi tersedia pada akhir 2022, silly season F1 musim ini akan sangat menarik dengan beberapa pembalap mencoba mengamankan posisinya di kejuaraan tahun depan.

Namun beberapa kesepakatan awal agak membunuh pasar, menurunkan hype dan antisipasi bahwa Silly Season kali ini akan jadi yang tersibuk dan paling menarik di F1 dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi terkini pasar pembalap 2023

Red Bull memegang kunci silly season 2023, namun performa impresif Sergio Perez pada awal 2022 memberinya kontrak baru dua tahun setelah kemenangan di GP Monaco. Hal ini terjadi setelah 'menyegel' Max Verstappen untuk tetap di Milton Kenyes sampai 2028.

Satu bulan sebelumnya, Carlos Sainz menandatangani kontrak baru dua tahun yang membuat pembalap Spanyol itu memiliki waktu habis kontrak yang sama seperti Charles Leclerc yang meneken kontrak lima tahun sebelum 2020.

Sementara itu, di Mercedes kontrak Lewis Hamilton saat ini mencakup musim 2022 dan 2023, sementara George Russell bergabung dengan kontrak jangka panjang dan dianggap sebagai masa depan tim.

McLaren memiliki pembalap bintang Lando Norris terikat pada kontrak multi-tahun baru hingga 2025, namun ada keraguan atas posisi rekan setimnya Daniel Ricciardo yang belum menemukan mojo-nya bersama tim.

Ricci pada dasarnya terikat kontrak sampai 2023, namun CEO McLaren baru-baru ini menuturkan bahwa tim punya "mekanisme" untuk melepas pembalap Australia itu lebih awal. Sampai saat ini, McLaren masih menginginkan Ricciardo tahun depan.

Ketidakpastian justru menghinggapi dua veteran F1 Fernando Alonso (Alpine) dan Sebastian Vettel (Aston). Kontrak kedua pembalap habis akhir musim ini, namun posisi kedua pembalap tidak begitu ideal di tim masing-masing.

Alpine sudah lebih dulu memagari Esteban Ocon sampai 2024, sementara posisi Lance Stroll di Aston Martin bisa dibilang 'tidak tersentuh' mengingat ayahnya, Lawrence, adalah pemilik tim tersebut.

Terlepas dari spekulasi seputar masa depan F1 Pierre Gasly setelah pengumuman kesepakatan Red Bull baru Perez, kepala tim Franz Tost menekankan di Kanada "100% dikonfirmasi" bahwa pembalap Prancis itu akan kembali ke AlphaTauri pada tahun 2023.

Setelah menunjukkan tanda-tanda perbaikan performa, Yuki Tsunoda akan dipertahankan untuk musim ketiga di AlphaTauri. Apalagi dengan performa pembalap junior Red Bull yang masih angin-anginan di F2.

Debut F1 Piastri tinggal menunggu waktu

Perkembangan rumor paling menarik dari silly season F1 kali ini adalah seputar juara F2 2021 dan pembalap tes dan cadangan Alpine saat ini, Oscar Piastri.

Tidak mendapatkan kursi tahun ini, Alpine memproyeksikan pembalap Australia 21 tahun itu untuk melakukan debutnya di F1 musim depan setelah serangkaian tes privat baru-baru ini.

Piastri dianggap sebagai salah satu talenta muda paling cemerlang setelah memenangkan hat-trick gelar kejuaraan junior (Formula Renault Eurocup, F3 dan F2) antara 2019 dan 2021.

Berbicara pada hari Sabtu di Grand Prix Kanada, Team Principal Alpine Otmar Szafnauer hanya menjawab "ya" ketika ditanya apakah dia pikir Piastri akan membalap di F1 pada tahun 2023.

Ditekan pada subjek, dia menambahkan: “Kami tidak berbicara tentang rincian kontrak kami dengan pembalap, dan itu kadang-kadang kami tidak pernah melakukannya. Tetapi ketika saya mengatakan ya, itulah rencananya.”

Menurut kabar yang beredar, Piastri akan bergabung bersama Williams tahun depan bersama Alex Albon. Diyakini dengan status pinjaman dari Alpine, sama seperti Red Bull meminjamkan Carlos Sainz ke Renault untuk akhir 2017 dan musim 2018.

Menariknya, ada desas-desus kemungkinan pergantian pada pertengahan musim dengan Piastri menggantikan Nicholas Latifi dari Grand Prix Inggis. Namun rumor tersebut segera diredam bos Williams Jost Capito.

“Kami tidak memiliki rencana lain, keduanya memiliki kontrak untuk musim ini dan rencana kami adalah untuk memenuhi itu,” kata Capito di Kanada. "Kami yakin Nicky akan menemukan kepercayaan diri pada mobil sepanjang musim dan hasilnya akan lebih baik."

Namun, Capito mengakui bahwa Piastri ada dalam daftar pembalap yang dipertimbangkan Williams untuk tahun 2023.

Alfa Romeo memiliki satu pembalap di bawah kontrak untuk tahun 2023 yakni Valtteri Bottas, yang tiba dari Mercedes dengan kontrak multi-tahun.

Soal siapa yang akan mendampingi Bottas tahun depan akan menjadi pertarungan dua arah di antara rookie F1 Guanyu Zhou dan pembalap junior Sauber, Theo Pourchaire.

Adaptasi cepat Zhou ke F1 telah mengesankan Alfa Romeo, sementara kehadirannya di grid diharapkan dapat membantu olahraga dan timnya memecahkan pasar Cina.

Dengan Grand Prix China yang akan kembali ke kalender pada tahun 2023, ada banyak manfaat dari mempertahankan Zhou setidaknya untuk satu musim lagi, setidaknya dari sisi finansial.

Dan jika dia bisa melanjutkan penampilannya yang mengesankan, keputusan akan lebih mudah untuk Alfa Romeo.

Di Haas, Kevin Magnussen memiliki kontrak jangka panjang sebagai bagian dari comeback ke F1 yang mengejutkan, tetapi masa depan Mick Schumacher kurang pasti.

Pembalap Jerman itu berada di bawah tekanan untuk menyamai Magnussen dan menghilangkan kebiasaan kecelakaannya yang mahal.

Setelah awal yang sulit di Formula E, Antonio Giovinazzi telah diperdebatkan sebagai alternatif yang mungkin untuk Haas musim depan jika Schumacher gagal membalikkan keadaan.

Dan bagaimana dengan masa depan?

Hamilton akan bertindak sebagai katalis dalam silly season 2024, dengan apapun keputusan yang dibuat soal masa depannya akan memiliki dampak besar di seluruh grid.

Masa depan juara dunia tujuh kali itu sepertinya akan bergantung pada daya saing Mercedes pada 2023, dengan gelar kedelapan tetap menjadi target utama.

Jika Hamilton pensiun, itu akan menghadirkan banyak pertanyaan untuk Mercedes soal rencana 2024 mereka.

Siapa yang akan dilihat Mercedes untuk menggantikan Hamilton? Akankah mereka mencoba untuk mengambil Norris dari McLaren, atau mungkin memberi Gasly kesempatan untuk meninggalkan Red Bull?

Situasi menarik juga terjadi di McLaren, Alpine, dan Aston Martin, berpotensi memicu efek domino yang dramatis pada pasar pembalap.

Bos Mercedes Toto Wolff menjelaskan bahwa preferensi tim adalah untuk melanjutkan pasangan Hamilton dan Russell dari Inggris selama mungkin.

“Apakah kita mulai membicarakan [tentang] kontrak 2024 pada Juni 2022? Tidak, kami berada di tempat yang bahagia dengan Lewis. Tidak ada keraguan bahwa kami memulai musim dan musim berikutnya di tempat yang baik,” kata Wolff di Azerbaijan.

"Terlalu dini untuk membahas 2024. Tapi karena itu, saya tidak bisa mengharapkan duet pembalap yang lebih baik."

Setelah semua antisipasi dan hype yang mereda untuk silly season F1 tahun ini, menarik untuk melihat bagaimana hal-hal berkembang selama 12 bulan ke depan.