Stint awal yang mengesankan dengan ban medium memungkinkan Carlos Sainz untuk naik dari posisi 12 di grid ke posisi ketujuh setelah putaran pertama pit stop.

Setelah menyalip Lance Stroll di Lap 45 di Tikungan 4, Sainz mulai mengejar Lando Norris di posisi kelima. Seiring jaraknya dengan Norris yang semakin dekat, Sainz mendekati Hamilton yang sudah mengoverlapnya pada awal balapan.

Pembalap Spanyol itu menghabiskan beberapa putaran di belakang juara tujuh kali itu sebelum diberi jalan di Tikungan 4. Cukup lama terjebak di belakang Lewis, Sainz mengutuk keputusannya karena ia punya kecepatan untuk mengejar Norris.

“Kami berhasil melakukan stint pertama yang sangat kuat di Medium, memotong hampir seluruh lini tengah dengan kecepatan yang cukup bagus dan kemudian skenario yang sangat aneh karena saya berada di hard yang sangat segar, saya memiliki Lando di depan yang saya tahu bisa saya kejar," ujar Sainz setelah balapan.

"Saya berada di udara bersih [jalanan kosong] tetapi tiba-tiba saya menemukan diri saya di belakang Lewis dan saya ragu untuk lima, sepuluh lap apakah akan mendahuluinya dan mencoba mengejar Lando tetapi tiba-tiba saya menyadari Lewis sedikit kesulitan dengan ban, saya jauh lebih cepat dan saya harus melepaskan putaran saya sendiri,” kata Sainz kepada Sky Sports F1.

"Pada saat saya melepaskan diri, sudah terlambat untuk pergi dan mengejar Lando."

Sainz tidak yakin apakah dia bisa menyalip mantan rekan setimnya di McLaren tetapi yakin akan ada pertarungan menarik. “Setidaknya pertarungan yang bagus,” tambah Sainz. “Saya pikir akan sangat menyenangkan untuk mengejar Lando di lima lap terakhir.

“Ya karena bagian yang paling sulit telah dilakukan, untuk menyalip seluruh lini tengah dan sekarang saya memiliki serangkaian kesulitan baru untuk mengejar Lando dan tiba-tiba saya menghabiskan 15 lap di belakang Lewis, menghabiskan bagian depan saya dengan kecepatan tinggi hanya untuk mencoba masuk ke dalam DRS untuk lihat apakah dia karena suatu alasan membiarkan saya lewat.

"Pada akhirnya, mereka benar-benar melakukannya, pada akhirnya, mereka berperilaku seperti pria terhormat, seperti Mercedes selalu berperilaku dan mereka membiarkan saya lewat tetapi sudah agak terlambat.”