Setelah RNF beralih ke Aprilia, Yamaha akan menjadi satu-satunya pabrikan MotoGP tanpa tim satelit musim depan. Namun, tampaknya itu tidak akan berlangsung lama..

Beberapa waktu sebelum Presiden FIM Jorge Viegas menyatakan bahwa VR46 akan meninggalkan Ducati untuk Yamaha pada 2024, Lin Jarvis mengonfirmasi bahwa pencarian tim satelit baru telah dimulai.

“Ya, benar,” kata Jarvis kepada Crash.net, ketika ditanya apakah Yamaha 'sudah melihat' tim satelit potensial. “Kami memiliki niat untuk kembali [dengan tim satelit] sesegera mungkin.”

Who will be the biggest SURPRISE in 2023? | MotoGP 2023

Setelah memenangkan gelar MotoGP 2021 bersama Fabio Quartararo, Yamaha kalah dari Francesco Bagnaia dari Ducati di putaran final musim ini.

Jarvis mengatakan tentang kesenjangan yang semakin besar antara jumlah (delapan) mesin Yamaha dan Ducati di grid, “Tahun depan pasti tidak akan menguntungkan hanya memiliki dua motor!

“Yang pasti mereka [Ducati] mengumpulkan banyak data. Mereka tidak hanya memiliki delapan motor, tetapi mereka memiliki lima atau enam pembalap yang sangat cepat. Mereka semua cepat, tapi mereka punya lima atau enam pemain yang benar-benar luar biasa.

“Semua ketersediaan data itu - mereka dapat mencoba setiap ban [selama latihan], mereka dapat mempertimbangkan semuanya dan kemudian mereka dapat mengevaluasinya, yang pasti itu keuntungan.

“[Tapi] kami tidak ingin punya delapan motor karena itu juga beban. Ini keuntungan, tapi juga beban untuk tetap mendukung delapan sepeda.

"Jadi evaluasi kami adalah bahwa empat benar-benar angka yang optimal dan sayang sekali tahun depan kami tidak memiliki empat. Tapi semoga secepatnya di masa mendatang, kami akan kembali dengan tim satelit.”

Yamaha mendukung dua tim satelit di tahun-tahun awal era 'MotoGP', dengan Tech3 kemudian menjadi satu-satunya entri M1 satelit dari 2004 hingga 2019 ketika skuad Prancis beralih ke KTM dan digantikan oleh SRT.

Tim mana yang menjadi kandidat?

Tidak termasuk RNF karena alasan yang jelas, dan dari lima tim satelit MotoGP lainnya, Pramac (Ducati), LCR (Honda), dan Tech3 (KTM) sudah berada di urutan pertama dengan pabrikan mereka saat ini.

Itu membuat mereka lebih sulit untuk digoda, setidaknya karena mereka lebih dekat dengan pabrikan dan sudah menerima mesin spek terbaru.

Oleh karena itu, kandidat Yamaha yang lebih jelas adalah VR46 dan Gresini, yang melengkapi line-up delapan motor Ducati tapi hanya memiliki akses ke motor berusia satu tahun.

Memasangkan pabrikan dengan tim satelit juga akan menjadi keseimbangan yang disukai Dorna, sampai sebelum Suzuki keluar, mereka mengharapkan grid 24 motor terdiri dari tim pabrikan dan satelit dari masing-masing enam pabrikan.

Yang terdekat yang bisa terjadi sekarang adalah empat sepeda dari empat pabrikan, dan enam dari pabrikan lainnya.

VR46 akan beralih ke Yamaha?

Jika melihat sejarah panjang Valentino Rossi dengan Yamaha, rumor kerja sama tim bentukan pembalap Italia itu sudah beredar sejak melakukan debut Grand Prix pada tahun 2014.

Proyek VR46 dengan mantap menaiki tangga Grand Prix, memasuki Moto2 pada 2017 dan kemudian menempatkan Luca Marini di Avintia menjelang entri kelas utama penuh untuk 2022.

Itu bertepatan dengan berakhirnya kontrak Sepang Racing Team dan Yamaha, dengan pabrikan menyebut SRT dan VR46 menjadi kandidat tim satelit untuk 2022 dan berikutnya.

Namun, situasinya menjadi rumor dengan Rossi saat itu membalap untuk SRT. Pada akhirnya, Yamaha bertahan dengan proyek Sepang yang memenangkan banyak balapan pada tahun 2020.

Hal ini membuat VR46 beralih ke Ducati, dengan kontrak tiga tahun yang diumumkan pada akhir Juni 2021. Namun, muncul lagi rumor bahwa Petronas tidak akan menyokong SRT untuk 2022.

Perpecahan Petronas-Sepang dikonfirmasi bulan Agustus, memaksa tim tutup garasi pada akhir tahun. Jika saja Yamaha mengetahu kepergia Petronas, mungkin mereka akan memilih VR46, yang juga sempat mengalami drama sponsorship setelah mundurnya Aramco.

Yamaha akhirnya membuat komitmen satu tahun yang hati-hati untuk proyek RNF baru Razlan Razali, yang lahir dari abu SRT.

Kedua belah pihak awalnya mengindikasikan perpanjangan kontrak diharapkan tetapi tidak terbantu oleh kurangnya hasil untuk Andrea Dovizioso (yang pensiun dari MotoGP setelah Misano) dan rookie Darryn Binder.

Dengan Yamaha dianggap hanya menawarkan kontrak satu tahun lagi, RNF mulai mencari di tempat lain dan memutuskan untuk beralih ke Aprilia untuk tahun 2023 dan seterusnya, meninggalkan Yamaha hanya dengan tim pabrikan Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli musim depan.

Salucci: VR46 tidak akan melanggar kontrak Ducati

Ditanya tentang kepergian Suzuki dan penurunan Yamaha ke dua motor musim depan, Viegas, yang baru terpilih kembali lagi sebagai Presiden FIM mengatakan bahwa VR46 akan beralih dari Ducati ke Yamaha.

“Saya tidak melihat situasi ini bagus. Tapi saya pikir itu hanya untuk 2023. Pada 2024, tim Valentino Rossi akan beralih dari Ducati ke Yamaha," ujarnya kepada stasiun TV RAI Italia

"Untuk saat ini masih berupa ide dan belum ada yang dikonfirmasi, tapi saya berbagi beberapa berita. Akan ada enam Ducati dan empat Yamaha."

Tetapi Team Principal VR46 Alessio Salucci bersikeras dia tidak mengetahui rencana tersebut, menunjukkan kesepakatan Ducati saat ini berjalan hingga akhir 2024.

“Saya tidak tahu mengapa Viegas menembakkan bom ini, ini agak aneh karena kami tidak tahu apa-apa tentang itu,” kata 'Uccio' kepada GPOne.com .

“Saya ulangi, kami memiliki kontrak tiga tahun dengan Ducati yang akan berakhir pada 2024, dengan kemungkinan untuk diperpanjang selama dua tahun lagi.

"Kami pasti akan menghormati [kontrak yang berlaku hingga 2024], kemudian kami akan melihat pada tahun 2025 apakah akan dilanjutkan atau tidak.

“Seperti yang selalu saya katakan, bagi kami yang terpenting adalah memiliki motor yang kompetitif.”

Statement terakhir Uccio bisa diartikan VR46 tengah memilih antara Ducati atau Yamaha.

Di satu sisi, semua kecuali Quartararo kesulitan dengan Yamaha musim ini. Terlebih, VR46 juga memiliki Franco Morbidelli yang membalap di sana.

Namun, VR46 juga telah kehilangan jatah satu motor pabrikan untuk Luca Marini, yang diturunkan menjadi motor satu tahun yang sama seperti Marco Bezzecchi tahun depan.

Bagaimana dengan Gresini?

Jika VR46 memilih tetap bersama Ducati saat ini dan Yamaha menginginkan tim satelit di grid untuk tahun 2024, pilihan terbaiknya di atas kertas mungkin adalah Gresini.

Setelah berpisah dari proyek pabrik Aprilia dan kembali ke status Independen penuh, Gresini menandatangani kontrak dua tahun dengan Ducati.

Musim pertama membawa kesuksesan instan, dengan empat kemenangan Enea Bastianini (dan ketiga di kejuaraan dunia) juga menjadikan Gresini satu-satunya tim Independen yang memenangkan balapan MotoGP dengan lebih dari satu pabrikan (setelah 14 kemenangan bersama Honda dari 2002-2014).

Tapi mungkinkah Gresini mencoba dan menang dengan tiga pabrikan berbeda di masa depan?

“Perjanjian kami dengan Ducati mencakup 2022 dan 2023,” Carlo Merlini dari Gresini mengatakan kepada Crash.net ketika ditanya tentang pembicaraan Yamaha. “Rencana 2024 [kami] masih dalam pembahasan.”

Dengan Bastianini pindah ke tim resmi Ducati, Alex Marquez akan membalap bersama Fabio di Giannantonio di Gresini pada 2023.