Manu Gonzalez Jelaskan Blunder Selebrasi Awal di Moto2 Inggris
Manu Gonzalez kehilangan kemenangan Grand Prix Moto2 Inggris karena ia melakukan selebrasi satu lap terlalu dini.

Bintang Moto2 Manu Gonzalez mengaku ia kehilangan hitungan soal sisa putaran dalam Grand Prix Inggris setelah melakukan selebrasi terlalu awal dan akhirnya kehilangan kemenangan pada balapan tersebut.
Pembalap Intact GP itu terlibat dalam pertarungan sengit memperebutkan kemenangan melawan calon pembalap Gresini Ducati, Daniel Holgado, pada fase akhir balapan Moto2 di Silverstone hari Minggu lalu.
Gonzalez melakukan manuver berani untuk merebut posisi terdepan dari Holgado saat memasuki tikungan Vale pada lap kedua terakhir, dan berhasil mempertahankan posisi tersebut meski sempat melebar.
Tapi, pembalap Spanyol itu mengira dirinya sedang menjalani lap terakhir dan melakukan selebrasi saat melintasi garis start-finis, mengira bahwa balapan sudah berakhir, yang mengakibatkan Holgado menabrak bagian belakang motornya dan merusak knalpotnya.
“Saya tidak sepenuhnya yakin”
Gonzalez akhirnya finis di posisi ke-14 akibat kerusakan pada motornya, sehingga keunggulannya di klasemen kejuaraan terpangkas menjadi 42,5 poin.
Saat berbicara kepada DAZN usai balapan Moto2 Silverstone, Gonzalez mengatakan bahwa ia tidak menemukan acuan jumlah lap yang biasa ia lihat dan sempat bingung setelah melihat dasbor motornya.
"Yang jelas, saya melintasi garis finis dengan anggapan bahwa itu adalah lap terakhir, namun saya juga tidak sepenuhnya yakin apakah mereka sudah mengibarkan bendera finis," ujarnya. "Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
“Saya sudah melahap beberapa putaran sambil berusaha mencari papan penanda jumlah putaran yang biasanya ada di trek lurus garis finis, tetapi saya tidak menemukannya.
“Lalu, saat melihat dasbor, saya melihat tulisan ‘L1’ pada putaran sebelum putaran terakhir itu.
“Selain itu, karena sengitnya pertarungan dengan Dani, sempat terlintas di benak saya bahwa itu adalah putaran terakhir, namun saya tidak sepenuhnya yakin.
"Jadi, saat saya melintasi garis finis, saya tidak menutup gas, melainkan berdiri untuk melakukan selebrasi, dan saya mendengar mereka mendekat dengan sangat cepat. Mereka menyalip saya dengan sangat cepat.
"Dan tepat saat itu, akibat kesialan di mana Dani merusak knalpot saya, saya tidak bisa bertarung di lap terakhir itu. Padahal, bahkan setelah melakukan selebrasi, saya sebenarnya masih berada dalam persaingan."

Blunder ini terjadi di saat Gonzalez sedang berupaya mengamankan kursi balap untuk musim 2027.
Opsi di MotoGP tampaknya telah tertutup, sementara namanya kini masuk dalam bursa kandidat untuk kursi Ducati di ajang World Superbike.
Namun, tampaknya Franco Morbidelli saat ini lebih dijagokan untuk menempati posisi tersebut.
Jika tidak mendapatkan tawaran lain, Gonzalez kemungkinan besar akan tetap bertahan di Moto2 bersama Intact GP untuk satu musim lagi.










