Shaila-Ann Rao diangkat ke posisi tersebut setelah kepergian Peter Bayer pada bulan Juni, menariknya Shaila-Ann pernah berkerja secara langsung dengan Toto Wolff sebagai penasihat hukum Mercedes.

Dia segera mendapati dirinya di pusat kontroversi cost-cap F1 yang menyeret Red Bull setelah mereka dihukum karena melanggar cost-cap $145 juta untuk tahun 2021.

What's next for Formula 1's Cost Cap? | F1 2022

Red Bull mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa informasi rahasia tentang pelanggaran batas biaya telah bocor ke tim saingan sejak Grand Prix Singapura.

"Tuduhan yang dibuat di Singapura sangat mengecewakan bagi setiap anggota staf, semua mitra kami, semua orang yang terlibat dalam Red Bull," kata kepala tim Red Bull Christian Horner.

“Jelas, segala bentuk kebocoran sangat mengkhawatirkan. Itu sesuatu yang kami harapkan untuk ditindaklanjuti.”

Penasihat Motorsport Red Bull Helmut Marko mengatakan "aneh" bagaimana kebocoran itu muncul, menyinggung keterlibatan Rao dalam mengawasi proses tersebut.

Hubungan Roa sebelumnya dengan Mercedes telah menimbulkan kekhawatiran dari tim saingan.

Tiga hari setelah Grand Prix Abu Dhabi yang mengakhiri musim, FIA mengonfirmasi kepergiannya dalam sebuah pernyataan.

"Shaila-Ann berhasil mengelola masa transisi ini, memberikan dukungan dan bantuan yang berharga kepada Presiden FIA dan organisasi selama periode yang sekarang akan segera berakhir," bunyi pernyataan itu.

“Shaila-Ann sekarang akan meninggalkan FIA setelah berakhirnya Musim Formula 1. FIA berterima kasih kepada Shaila-Ann atas dukungannya selama periode ini.”

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mengatakan: “Atas nama semua orang di FIA, saya ingin berterima kasih kepada Shaila-Ann atas kontribusinya yang tak ternilai dalam perannya sebagai Sekretaris Jenderal Interim Motor Sport selama fase transisi penting bagi organisasi.

“Secara khusus, Shaila-Ann telah memberi saya dukungan besar sehubungan dengan Formula 1, selalu bertindak dengan profesionalisme dan integritas."