Meskipun Miguel Oliveira menjadi satu-satunya pemenang balapan KTM dari tahun 2022, ia justru kehilangan kursinya di tim pabrikan untuk Jack Miller.

Oliveira, yang menang di Mandalika dan Buriram musim lalu, tetap dalam pembicaraan dengan KTM untuk mengisi kekosongan di line-up GASGAS Tech3. 

Namun setelah kehilangan kursi di tim pabrikan, dan merasa kedua belah pihak menuju ke arah yang berbeda, Oliveira memilih pindah ke Aprilia bersama proyek satelit baru mereka, RNF.

Berbicara kepada jaringan TV Portugis, Antena, Oliveira mengatakan: "Saya sama sekali tidak akan mengatakan bahwa KTM berperilaku buruk terhadap saya. Kami hanya memiliki cara berpikir yang berbeda. Restrukturisasi tim berjalan seiring dengan keinginan untuk memiliki pembalap selain saya di sana.

“Perbedaan ini secara alami membuat kami menjauhkan diri dan kami tidak memiliki masa depan bersama. Bukan berarti pintu tidak terbuka karena mereka benar-benar ingin saya tetap tinggal dan membalap untuk GASGAS, yang pada dasarnya adalah KTM yang dicat merah.

“Idenya adalah untuk membawa kembali merek GASGAS dan memiliki sepasang pembalap Iberia, karena mereknya adalah Iberia. Mereka menginginkan pebalap Spanyol dan pebalap Portugis, tapi saya tidak terlalu tertarik dengan gagasan itu.

"Sejujurnya saya percaya bahwa ada saat-saat dalam hidup kita ketika kita membutuhkan perubahan. Ada beberapa kereta yang hanya lewat sekali, dan Anda perlu untuk mengambil kesempatan itu.

"Saya sangat ingin melakukan perubahan itu dan keluar dari zona nyaman saya."

Musim 2023 akan menandai yang pertama sejak 2016 di mana Oliveira bukan bagian dari line-up KTM. Setelah tim GASGAS Tech 3 gagal memikat Oliveira, mereka beralih ke juara Moto2 Augusto Fernandez .

Pemenang empat balapan MotoGP bersama KTM sejak 2020, Oliveira telah menjadi salah satu pembalap terberat untuk dikalahkan saat dia dan RC16 dalam kondisi terbaiknya.

Membahas waktunya dengan merek Austria, Oliveira menambahkan: "KTM memberi saya banyak kenyamanan untuk karir olahraga saya. Saya memiliki jaminan empat tahun ke depan dalam hidup saya, tapi jauh di lubuk hati saya tahu itu bukan yang saya inginkan.

"Saya ingin merasakan peluang baru dan benar-benar menjadi Juara Dunia, yang saya yakini akan segera terjadi."