Pindah ke Trackhouse, Bastianini Akui Sulit Tinggalkan Tech3
Enea Bastianini akan meninggalkan Tech3 KTM dan bergabung dengan Trackhouse Aprilia pada musim 2027.

Enea Bastianini mengatakan bahwa "tidak pernah mudah mengambil keputusan seperti ini" setelah dikonfirmasi bahwa ia akan pindah dari Tech3 KTM ke Trackhouse Aprilia untuk musim 2027.
Pembalap berjuluk "The Beast" ini awalnya dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Gresini, namun ia justru akan pindah ke Aprilia, pabrikan yang memimpin klasemen kejuaraan tahun ini.
Bastianini akan menjadi satu dari tiga pembalap asal Italia - semuanya merupakan mantan pembalap Ducati - dalam line-up RS-GP musim depan.
"Tidak pernah mudah untuk mengambil keputusan seperti ini," tulis Bastianini menanggapi pesan Tech3 yang mengonfirmasi kepergiannya.
“Kalian sudah menjadi keluarga bagiku, dan akan terus begitu sampai akhir. Terima kasih, aku sayang kalian semua [Tech3]”

Bastianini meninggalkan Ducati - di mana ia memenangkan tujuh Grand Prix - untuk bergabung dengan KTM setelah kehilangan kursi pabrikan yang diambil oleh Marc Marquez pada musim 2025.
Kepindahan ini menandai tim keempat bagi Bastianini dalam kurun waktu lima tahun, tapi kali ini ia juga berganti motor dari Desmosedici ke RC16.
Bastianini awalnya kesulitan dengan motor KTM - yang memakai rangka serat karbon dan suspensi WP - ditambah krisis yang dialami pabrikan Austria itu menghambat pengembangan motor.
Saat rekan setimnya yang juga baru bergabung dengan Tech3, Maverick Vinales, berhasil menemukan arah yang tepat, Bastianini justru kesulitan untuk sekadar menembus posisi sepuluh besar.

Namun, peruntungan berbalik drastis memihak Bastianini setelah MotoGP Jerman 2025, di mana tidak ada pembalap Tech3 yang turun berlomba.
Bastianini melewatkan seluruh akhir pekan akibat keracunan makanan, sementara Vinales mengalami cedera bahu saat sesi latihan yang terus mengganggu kondisi fisiknya.
'The Beast' naik podium Sprint pada balapan berikutnya di Brno dan sempat berpeluang meraih hasil gemilang lainnya sebelum akhirnya terjatuh dalam balapan utama (Grand Prix).
Ia kemudian menebus performanya dengan meraih podium di Catalunya, disaksikan oleh calon bos timnya, Guenther Steiner.
Hasil tersebut tetap menjadi pencapaian hari Minggu terbaik Bastianini bersama tim oranye, meskipun ia sempat naik ke podium Sprint di COTA tahun ini menyusul penalti pasca-balapan yang dijatuhkan kepada Pedro Acosta.
Meski hanya menempati posisi ke-12 dalam kejuaraan dunia, Bastianini merupakan pembalap KTM terbaik berikutnya setelah Acosta.
Tech3 belum mengumumkan penggantinya, namun tim tersebut diperkirakan akan menurunkan susunan pembalap yang sepenuhnya baru, yakni Luca Marini dan pembalap *rookie* Senna Agius, untuk menyongsong era baru mesin 850cc dan ban Pirelli.















