Puig Canangkan Satu Target Jelas untuk Quartararo dan Honda di 2027
Alberto Puig menegaskan "hanya ada satu tujuan bagi Fabio dan Honda" untuk musim MotoGP 2027.

Manajer tim HRC, Alberto Puig, menegaskan bahwa hanya ada satu tujuan bagi Honda dan bintang baru yang mereka rekrut, Fabio Quartararo, di ajang MotoGP.
Baik pembalap asal Prancis tersebut maupun Honda sama-sama bertekad untuk kembali merajai kejuaraan dunia setelah hasil buruk dari beberapa tahun terakhir.
Saat ini, baik Honda ataupun Quartararo tidak berada dalam posisi untuk bersaing langsung memperebutkan gelar juara. Tim pabrikan HRC belum pernah menang lagi sejak kemenangan terakhir Marquez pada tahun 2021, sedangkan Yamaha dan Quartararo terakhir kali memenangkan Grand Prix tahun 2022.
Marquez berhasil mengakhiri penantian lima tahun tanpa gelar dengan kembali ke puncak performa bersama Ducati tahun lalu, sebuah pencapaian yang berharap bisa disamai oleh Quartararo dengan kepindahannya ke Honda tahun 2027.

Dengan MotoGP menuju era teknis baru musim depan, yang menghadirkan mesin 850cc serta peralihan dari ban Michelin ke Pirelli - dipandang sebagai peluang Honda untuk kembali bersaing dengan pabrikan Eropa.
"Tentu saja, hanya ada satu target," ujar Puig kepada reporter pit-lane MotoGP, Jack Appleyard, di Silverstone saat ditanya mengenai kesepakatan dengan Quartararo. "Target itu... terkadang memang tidak bisa dicapai.
“Namun, hanya ada satu tujuan, dan pastinya, bagi Fabio maupun Honda, targetnya adalah kembali dan berupaya meraih posisi puncak.
"Hal ini sudah jelas.”

Perekrutan Quartararo untuk memimpin line-up pembalap HRC yang sepenuhnya baru berarti tim pabrikan Honda akan melanjutkan sejarah panjang dengan juara dunia di dalam timnya sejak 2014 melalui sosok Marquez, Jorge Lorenzo, Joan Mir, dan kini Quartararo.
"Fabio adalah seorang juara dunia. Menurut saya, dia adalah salah satu pembalap tercepat di grid, dan tentu saja Honda senang dengan [kesepakatan] ini," ujar Puig.
Namun, pria asal Spanyol itu juga memberikan apresiasi kepada para pembalap yang akan hengkang, Mir dan Luca Marini, yang - bersama Johann Zarco dari tim LCR - telah membantu Honda bangkit dari keterpurukan pada tahun 2024.
"Kami senang dan berterima kasih atas kinerja Joan dan Luca selama beberapa tahun terakhir karena mereka telah membantu kami mengembangkan motor, dan kami harus berterima kasih atas segala upaya mereka," ujar Puig.
"Segala sesuatu pasti ada akhirnya, dan masa kebersamaan dengan mereka pun telah usai. Kini, kami akan memulai langkah baru bersama pembalap baru. Jadi, kami mensyukuri masa lalu dan menatap masa depan dengan penuh harapan."

Alonso atau Moreira?
Meskipun perekrutan bintang Moto2, David Alonso, telah dipastikan, Honda belum mengumumkan apakah Alonso atau pembalap LCR saat ini, Diogo Moreira, yang akan menjadi rekan setim Quartararo di tim pabrikan musim depan.
"Pertama-tama, dia masih muda," ujar Puig mengenai Alonso yang berusia 20 tahun. "Jadi, seperti yang pernah kami katakan sebelumnya terkait Moreira, kita tidak bisa berharap terlalu banyak di tahun pertama. Mereka butuh waktu untuk memahami kelas ini.
"Ini akan menjadi tahun yang menantang baginya [Alonso]. Namun, dia telah membuktikan kecepatannya tahun lalu. Saat ini, tahun ini memang terasa agak sulit, tetapi kami yakin dia bisa mengejar ketertinggalan, dan menurut saya, dia akan menjadi pembalap penting di masa depan."
Pernyataan bernada hati-hati tersebut bisa mengisyaratkan bahwa Moreira lebih berpeluang mendapatkan kursi tim pabrikan, keputusan yang akan segera diambil.
Puig akan beralih ke peran Penasihat HRC pada musim depan, namun tetap akan mendampingi manajer tim yang baru, Mikihiko Kawase, yang saat ini menjabat sebagai manajer teknis Honda.
Sementara itu, Mir akan mengikuti jejak Marquez pindah dari HRC ke Gresini Ducati, sedangkan Marini dijadwalkan bergabung dengan Tech3 KTM.
















