Pembalap MotoGP Abaikan Opsi Tambahan Michelin untuk GP Jepang
Para pembalap MotoGP menilai ban belakang Michelin dengan konstruksi lebih keras tidak layak digunakan pada Grand Prix Jepang.

Michelin akan membawa ban belakang dengan konstruksi lebih keras ke MotoGP Jepang, tapi para pembalap menilai ban tersebut bukanlah pilihan nyata.
Ban tersebut biasanya dipakai di sirkuit-sirkuit yang memicu kekhawatiran akan penumpukan panas berlebih pada ban belakang akibat seringnya akselerasi keras di sepanjang lintasan.
Tempat-tempat seperti Buriram, Mandalika, Spielberg, dan Goiania telah menggunakan ban dengan konstruksi lebih keras pada tahun ini. Untuk ketiga balapan pertama tersebut, penggunaan konstruksi yang mampu membuang panas dengan efektif telah menjadi standar.
Namun, hal ini tidak berlaku di Motegi. Sirkuit ini memiliki karakteristik layout stop-and-go, yang sama seperti Buriram, Mandalika, dan Spielberg.

Namun, tahun ini Motegi memiliki permukaan trek baru yang diperkirakan akan memberikan grip lebih baik. Oleh karena itu, Michelin mengambil langkah antisipatif dengan menambah alokasi ban untuk MotoGP Jepang.
Ban belakang dengan kontruksi lebih keras termasuk ke dalam alokasi ini, tapi berbeda dengan empat sirkuit lain tempat ban tersebut dipakai, kontruksi ini hanya tersedia untuk ban Hard.
Sebuah opsi ketiga untuk ban belakang yang khusus disediakan untuk akhir pekan ini. Sementara itu, opsi ban Soft dan Medium tetap memakai kontruksi standar Michelin di Motegi.
Bagi sebagian pembalap, seperti Jack Miller dari Yamaha, gagasan untuk menggunakan ban kompon keras akhir pekan ini sama sekali tidak layak dipertimbangkan.
"Itu bukan pilihan," ujar pembalap Pramac Yamaha tersebut, sembari mengenang kembali akhir pekan yang buruk di Spielberg dua minggu lalu.
"Kalau kami harus menggunakan ban itu, saya lebih baik berkemas dan pulang saja.
“Maksudku, aku memang sedang sarkastis, tapi di saat yang sama, tidak juga.
“Nanti kulihat apa yang bisa kita lakukan akhir pekan ini.”

Luca Marini dari Honda HRC mengungkapkan di Misano betapa pentingnya cengkeraman lintasan bagi performa RC213V.
Di sana, ia mampu menembus posisi 10 besar sejak awal akhir pekan balapan, namun di Austria - dengan ban berkonstruksi lebih keras - ia hanya finis di posisi ke-14 setelah gagal lolos ke Q2.
Baginya, sama seperti Miller, ban keras akan menjadi pilihan terakhir di Motegi.
"Jika tersedia ban yang lebih lunak, kami akan selalu menggunakan ban yang lebih lunak, yaitu ban yang memberikan cengkeraman lebih baik," ujarnya.

“Namun, jika terjadi degradasi yang tinggi pada ban, kami akan mempertimbangkannya.
“Akan tetapi, biasanya jika tersedia *casing* standar, kami selalu lebih memilih *casing* standar tersebut.”
















