Alasan di Balik Marc Marquez Melewatkan Balap Gokart Motegi

Marc Marquez merasa dirinya perlu egois saat ia menurunkan pemeran pengganti untuk event gokart pra-bal;apan di MotoGP Jepang.

Marc Marquez opted not to take part in a pre-race kart race at the Japanese MotoGP.
Marc Marquez opted not to take part in a pre-race kart race at the Japanese MotoGP.
© Gold & Goose

Marc Marquez mengakui bahwa tindakannya memakai pemeran pengganti untuk event balap gokart pra-balapan di MotoGP Jepang adalah tidakan "egois", tapi ia merasa hal itu perlu dilakukannya.

Marquez kemudian memenangkan MotoGP Jepang setelah memulai balapan dari posisi kedua di grid, mengamankan tambahan maksimal 37 poin akhir pekan itu sekaligus memangkas selisih poinnya dengan Jorge Martin menjadi dua poin.

Sebelum balapan utama, diadakan balapan gokart bagi para pembalap, yang dimenangkan oleh Somkiat Chantra di depan Pedro Acosta.

Martin turut berpartisipasi, begitu pula sebagian besar pembalap lainnya. Namun, Marquez tidak ikut serta; pembalap Ducati Lenovo itu justru menugaskan seorang pemeran pengganti untuk mewakilinya di grid.

Marc Marquez, 2026 Japanese MotoGP.
Marc Marquez, 2026 Japanese MotoGP.
© Gold and Goose

Berbicara usai balapan, Marquez berpendapat bahwa acara tersebut kurang tepat untuk digelar pada tahap musim ini, dan baginya, fokus utama haruslah pada upaya tampil maksimal dalam balapan di tengah persaingan perebutan gelar juara melawan Martin.

"Ada batasan yang tipis," ujar Marc Marquez, sebagaimana dilaporkan oleh Motorsport.com. "Tentu saja saya paham soal aspek hiburannya, tetapi kami sedang berjuang memperebutkan gelar juara, bukan sekadar bersenang-senang atau balapan gokart.

“Saat sesi pemanasan, saya bilang saya butuh es, lalu salah satu anggota tim nyeletuk kalau bakal keren seandainya ada pemeran pengganti yang muncul.

“Momen itu ibarat tantangan ‘pegang minuman saya dulu’—dan mereka langsung menangkap maksudnya.”

Loading this video will expose you to potential cookies and tracking by the provider

Marquez menambahkan bahwa itu adalah keputusan yang "egois" namun perlu ia ambil.

"Saya harus menentukan prioritas," ujarnya. "Saya memang sempat ditegur, tetapi begitulah kenyataannya.

"Saat ini, kami harus bersikap egois dan tampil sebaik mungkin pada saat yang paling menentukan, yaitu saat balapan."

MotoGP juga telah menggelar berbagai acara pra-balapan di sirkuit-sirkuit lain. Balapan tuk-tuk di Buriram pada awal musim terbukti sangat populer.

Konsep ini serupa dengan yang pernah diterapkan Formula One dalam beberapa kesempatan, terutama balapan *kart* Lego yang diadakan sebelum balapan di Miami dan Silverstone.