Acosta Tak Mau Berharap Banyak ke Perbaikan Mesin KTM
Pedro Acosta tidak percaya perbaikan mesin MotoGP KTM akan memberikan peningkatan 0,3 detik.

Pedro Acosta tidak memperkirakan bahwa perbaikan masalah mesin KTM akan menghasilkan lonjakan performa signifikan.
Pabrikan Austria tersebut telah mendapatkan izin dari para rivalnya untuk membongkar mesin dan mengganti komponen bermasalah yang sebelumnya menyebabkan motor RC16 mati secara tiba-tiba.
Namun, perbaikan tersebut tidak akan siap di Silverstone akhir pekan ini, dengan KTM akan "melanjutkan penggunaan solusi sementara yang saat ini diterapkan".
Hal itu berarti adanya penurunan performa mesin - sesuatu yang menurut Acosta akan paling terasa di trek dengan lintasan lurus terpanjang di kalender MotoGP, yakni di Mugello.
Akan tetapi, kembalinya performa mesin secara penuh - yang ditargetkan akan tercapai di Aragon - tidak serta-merta adanya lonjakan performa drastis.

“Tentu saja, kami memiliki beberapa keterbatasan [mesin] setelah masalah yang dialami semua motor KTM di Barcelona,” ujar Acosta di Silverstone pada hari Jumat.
“Hal itu jelas terlihat karena di Barcelona kami tidak terlalu lambat. Dan ingat betapa lambatnya kami [pada balapan berikutnya] di Mugello...
“Memang ada kekurangan performa, tapi tidak sampai sebesar selisih tiga persepuluh detik.”
Acosta yakin tiga besar klasemen masih realistis
Sebagai gambaran, Acosta tertinggal satu detik dari pembalap tercepat dan menempati posisi kesepuluh pada sesi latihan hari Jumat untuk MotoGP Inggris.
Namun, ia tetap yakin bahwa finis di posisi tiga besar klasemen kejuaraan bisa dicapai jika ia dan KTM mampu memaksimalkan potensi mereka.
Acosta saat ini menempati peringkat ketujuh dalam kejuaraan dunia, tertinggal 42 poin dari Marco Bezzecchi yang berada di posisi ketiga.
“KTM bekerja sangat keras untuk mencegah terulangnya kesalahan-kesalahan yang kami alami di paruh pertama musim ini, karena pada akhirnya posisi kami tidak terlalu jauh tertinggal dari tiga besar.
“Oleh karena itu, saya katakan kepada mereka: oke, kita harus tetap yakin, tetapi kita juga tidak boleh kehilangan poin secara cuma-cuma.
“Mereka - dan juga saya - sangat yakin bahwa posisi tiga besar masih realistis, asalkan kami tidak banyak melakukan kesalahan, baik dari sisi saya maupun dari sisi teknis.
“Untuk itu, sekarang saatnya mengumpulkan poin; jangan sampai terjadi bencana saat kondisi sedang sulit, dan tampilkan balapan yang bagus saat momennya tiba.”

Sayangnya bagi Acosta, ia terjatuh dua kali pada hari Jumat di Silverstone, namun tetap berhasil mengamankan akses langsung ke Kualifikasi 2.
"Kami tahu bahwa lintasan ini akan sulit bagi gaya balap saya maupun motornya, dan tahun lalu kami menempati posisi ke-14 dalam kualifikasi," ujarnya.
"Untuk hasil ini, menurut saya kami bisa merasa puas. Meski demikian, saya rasa kami masih memiliki ruang untuk melakukan perbaikan.
“Namun, cukup sulit untuk menemukan ritme setelah kecelakaan kedua.
“Biasanya saya tidak mengalami hal seperti ini - atau apa yang saya sebut sebagai chattering. Terus terang, hal itu mengejutkan saya.
“Ada sesuatu yang menyebabkan timbulnya getaran itu, tapi bagaimanapun juga, kita hanya perlu memeriksanya dan mencari cara agar hal itu tidak terjadi lagi besok.”
Enea Bastianini dari Tech3 berada satu posisi di belakang Acosta dalam catatan waktu, sementara rekan setimnya di tim pabrikan, Brad Binder tertinggal di posisi ke-18 setelah terjatuh.
Pol Espargaro, yang menggantikan Maverick Vinales, menempati posisi ke-21.
















