Acosta Menyebut Overtakenya ke Bezzecchi "Mudah"
Pedro Acosta menganggap manuver menyalip Marco Bezzecchi untuk posisi kedua di MotoGP Aragon sebagai hal yang "mudah".

Posisi kedua yang diraih Pedro Acosta di MotoGP Aragon dipastikan lewat manuver memukai saat menyalip Marco Bezzecchi dari sisi luar. Namun, ia merasa itu adalah overtake yang tergolong "mudah".
Acosta memulai balapan di Aragon dari posisi keempat, menempatkan diri di belakang Marc Marquez yang perangkat ride-height belakangnya aktif kembali saat memasuki tikungan kedua, membuatnya kehilangan posisi dari Marco Bezzecchi serta Jorge Martin.
Bezzecchi sempat memimpin pada lap-lap awal, namun Marquez dan Acosta berhasil menyalip Martin, lalu mulai mengejar Bezzecchi.
Marquez menyusul pembalap Aprilia Racing tersebut pada lap keenam dan mencoba melakukan manuver menyalip di Tikungan 15.
Keduanya kehilangan momentum saat keluar dari tikungan, dan ketika turbulensi dari motor masing-masing membuat mereka terguncang hebat di lintasan menuju Tikungan 16, Acosta berhasil mendekat dan melihat adanya peluang.

Saat Bezzecchi terjepit di sisi dalam Marquez - di bagian lintasan yang kotor - Acosta mampu melakukan pengereman lebih lambat dibandingkan pembalap Italia itu dan menyalip lewat sisi luar.
Bagaimanapun, pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu terbukti memiliki kecepatan yang lebih unggul dibandingkan Bezzecchi. Meski manuver tersebut tampak spektakuler dari sisi luar, Acosta menjelaskan bahwa keunggulan kecepatan dibandingkan Bezzecchi saat mendekati Tikungan 16 membuat overtake terasa relatif “mudah”.
“Itu adalah momen bagi saya untuk mencoba mengejar Marc [Marquez] dan Marco [Bezzecchi] serta membalap bersama mereka,” ujar Pedro Acosta mengenai aksinya menyalip Bezzecchi dalam konferensi pers pasca-balapan.
Dia menambahkan: “Pada akhirnya, mereka berdua berada di sisi kiri dan saya sedikit memanfaatkan slipstream, lalu saya langsung bergerak ke kanan.
“Akhirnya saya berada di posisi yang tepat, meskipun saya harus sedikit melindas *kerb*. Menurut saya, itu adalah manuver yang mudah mengingat kecepatan saya saat itu.”

Pada akhirnya, Acosta mampu menempati posisi kedua, namun ia tahu bahkan ketika melakukan langkah tersebut pada Bezzecchi bahwa Marquez kemungkinan akan memiliki sesuatu yang ekstra pada tahap akhir balapan 23 lap.
"Pada akhirnya, Marco memberikan kecepatan yang luar biasa di awal balapan dan Marc benar-benar berupaya untuk mengejarnya. Untuk ini, saya hanya mencoba mengikuti kecepatannya.
“Saya tahu Marc akan memiliki simpanan tenaga di akhir balapan karena dari belakang dia terlihat sangat santai - menurut saya - tapi saya hanya berusaha mengikuti ritme dan melihat di posisi berapa saya akan finis.
“Kami belum selesai, tetapi masih ada jalan untuk melanjutkannya.”












