WorldSBK Mempertimbangkan Comeback Sepang di Masa Depan

WorldSBK dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Sepang di musim-musim mendatang.

Nicky Hayden leads Jonathan Rea, 2016 Malaysian WorldSBK. Credit: Gold and Goose.
Nicky Hayden leads Jonathan Rea, 2016 Malaysian WorldSBK. Credit: Gold and Goose.
© Gold & Goose

WorldSBK belum pernah balapan di Sepang sejak 2016, tetapi kabarnya hal itu bisa berubah pada tahun 2027.

Balapan terakhir WorldSBK di Malaysia merupakan putaran yang penting, karena di sanalah Nicky Hayden meraih satu-satunya kemenangannya di kejuaraan tersebut, yang juga tetap menjadi kemenangan terakhir Honda di kelas ini.

Lintasan ini tetap berada di kalender MotoGP sejak debutnya pada tahun 1999 (kecuali pada tahun-tahun Covid 2020 dan 2021) dan masih dianggap sebagai salah satu ajang yang cukup populer musim ini.

Jonathan Rea leads Chaz Davies, 2016 Malaysian WorldSBK. Credit: Gold and Goose.
Jonathan Rea leads Chaz Davies, 2016 Malaysian WorldSBK. Credit: Gold and Goose.
© Gold & Goose

Putaran Indonesia di Mandalika adalah lokasi Asia Tenggara terakhir WorldSBK, tetapi putaran tersebut tidak lagi diadakan sejak 2023 karena kerugian finansial yang dialami dari acara tersebut.

Sejak 2024, kalender WorldSBK menjadi sangat berpusat di Eropa, dengan Putaran Australia di Phillip Island (The Bend mulai 2028) menjadi satu-satunya putaran non-Eropa dalam kalender selama tiga musim terakhir.

Kembalinya WorldSBK ke Malaysia tentu akan menambah skala globalnya, dan itulah yang dilaporkan sedang dibahas oleh kejuaraan tersebut menurut publikasi Italia Motosprint. Salah satu faktor yang mendukung adalah keinginan kejuaraan untuk menurunkan biaya dengan mewajibkan pengunaan satu jenis bahan bakar yang harganya di bawah €10 per liter.

Chaz Davies, 2016 Malaysian WorldSBK. Credit: Gold and Goose.
Chaz Davies, 2016 Malaysian WorldSBK. Credit: Gold and Goose.
© Gold & Goose

Bahan bakar tunggal tersebut bisa berasal dari perusahaan Malaysia, Petronas, yang juga memegang hak penamaan Sirkuit Internasional Sepang berkat kesepakatan tiga tahun yang dimulai pada tahun 2023.

Kembalinya WorldSBK ke Malaysia di masa depan akan menambah profil balapan yang digelar di Sepang setelah Formula 1 baru-baru ini mengonfirmasi kembalinya Sirkuit Kuala Lumpur itu ke kalender untuk menggelar Grand Prix Bahrain yang tidak bisa digelar di Bahrain karena perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Sepang terakhir kali menjadi tuan rumah balapan F1 pada tahun 2017, setahun setelah kunjungan terakhir WorldSBK ke Kuala Lumpur.