Pembalap GRT Yamaha Garrett Gerloff meninggalkan WorldSBK Belanda dengan perasaan hancur menyusul insiden Race 2 dengan Toprak Razgatlioglu, yang membuat pembalap Pata Yamaha terjatuh dari posisi terdepan.

Meski tidak ada satupun kesalahan yang disebabkan oleh seorang pembalap yang memicu kecelakaan yang bisa diterima, aturan baku dari semua balapan adalah untuk tidak terlibat insiden dengan rekan satu tim, atau mungkin pembalap dari pabrikan yang sama.

Bakat Gerloff tidak perlu dipertanyakan, lihat saja kemampuan adaptasi pembalap Amerika itu dari Superbike ke motor MotoGP, dan datang dari belakang untuk mengklaim finis lima besar dalam beberapa kesempatan, atau naik podium di Donington pada kesempatan pertamanya.

Namun, gaya balap yang agresif dan cenderung sembrono tidak jarang merugikannya. Insiden dengan Razgatlioglu pada Race 2 Assen menjadi contoh terbaru bagaimana Gerloff bisa merusak balapannya sendiri dan pembalap lainnya, sebelumnya ia terlibat insiden dengan Rea di Aragon, dan Michael Rinaldi di Estoril.

Setelah balapan, Gerloff berkata: "Saya hancur dan saya hanya bisa meminta maaf kepada Toprak dan Yamaha untuk hari ini.

“Saya mendapat start yang bagus dari baris ketiga grid, saya merasakan kontak di tikungan satu, tapi saya tidak menyadari itu adalah Toprak sampai saya melihat ke belakang.

“Saya minta maaf untuknya, karena dia membayar mahal untuk kesalahan saya, tetapi juga untuk Yamaha, yang telah bekerja tanpa lelah untuk menghadapi tantangan kejuaraan.

"Saya hanya bisa meminta maaf kepada keduanya, meskipun saya sangat sadar bahwa ini tidak akan mengubah hasilnya."

Keyakinan Yamaha pada pembalap Amerika itu juga tidak dapat dipertanyakan menyusul perpanjangan kontrak sampai 2022, yang memiliki opsi pindah ke MotoGP. Namun, kejadian seperti ini perlu diperbaiki jika Gerloff ingin terus menjaga kepercayaan Yamaha.

Rekan setimnya Kohta Nozane naik ke urutan keenam belas dalam kejuaraan setelah meraih finis poin ganda dari tiga balapan Assen.

“Hari ini Balapan Superpole saya tidak begitu bagus dan saya berdiskusi dengan tim tentang bagaimana kami bisa membuat beberapa perbaikan set-up untuk Race 2. Perubahan ini berhasil dan saya sangat senang, waktu saya di balapan lebih cepat dari waktu kualifikasi saya, "tambah Nozan.

“Sayangnya, jari saya masih belum pulih 100 persen dan dengan 16 lap tersisa saya merasa sangat sulit untuk menjaga kecepatan saya sampai akhir, jadi sulit untuk menjaga pembalap di belakang.

“Pada akhirnya, saya finis di urutan ke-12 tetapi tentu saja di Yamaha semua orang mengendarai motor yang sama, jadi ketika saya melihat yang lain, saya pikir meskipun saya seorang rookie, saya harus meyakinkan diri saya untuk membidik lebih tinggi.

“Untuk balapan berikutnya di Republik Ceko, ini pertama kalinya bagi semua orang, jadi di sana saya berharap bisa mencapai level lain untuk lebih dekat dengan pembalap Yamaha lainnya.”