"V8 Turbo?" Laporan Awal Mesin F1 Musim 2023 Telah Terungkap
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa F1 tidak akan beralih ke mesin V8 Naturally Aspirated pada tahun 2030.

Formula 1 dijadwalkan kembali menggunakan mesin V8 pada musim 2030, tapi sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa mesin tersebut akan menggunakan turbocharger, bukan sistem *naturally aspirated*.
F1 telah menerapkan regulasi unit daya V6 dengan turbocharger sejak tahun 2014, saat peraturan hybrid yang berlaku saat ini pertama kali diperkenalkan.
Awal tahun ini, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mengatakan bahwa F1 akan kembali menggunakan mesin V8 paling lambat pada tahun 2031, yang disambut positif oleh sebagian besar produsen Power Unit.

Saat itu, bos tim Mercedes, Toto Wolff, mengatakan: "Kami menyukai mesin V8. Dari sudut pandang kami, itu adalah mesin Mercedes sejati yang mampu mencapai putaran tinggi."
Hal ini memunculkan harapan di kalangan penggemar bahwa F1 akan kembali menggunakan mesin V8 Naturally Aspirated, seperti yang dipakai antara tahun 2006 dan 2013, dan menjadi favorit fans karena lengkingan ikoniknya.
Namun, menurut laporan Autosport, FIA dan para pabrikan mesin F1 telah menyepakati kerangka regulasi mesin yang tetap mempertahankan teknologi turbo yang ada saat ini.
Mesin NA terlalu bising untuk trek jalanan
Menurut laporan tersebut, F1 akan menggunakan mesin V8 3,0 liter mulai tahun 2030, meskipun mesin ini akan dipadukan dengan turbocharger yang lebih kecil.

Keputusan ini sebagian besar didorong oleh pembatasan kebisingan yang diberlakukan pada sirkuit jalan raya dalam kalender F1, batas yang akan dilampaui oleh mesin V8 Naturally Aspirated (NA).
Mesin untuk tahun 2030 juga akan tetap mengusung teknologi elektrifikasi, meski dengan daya yang dipangkas menjadi 100 kW - bukan 350 kW seperti saat ini - agar tetap memiliki relevansi tertentu dengan mobil jalan raya.
Mesin baru tersebut juga akan memiliki bobot yang lebih ringan.
F1 juga tengah mengevaluasi mode overtake yang mirip dengan fitur push-to-pass di IndyCar, yang tidak jauh dengan boost mode yang direncanakan untuk mobil 2026.
Setiap perubahan pada regulasi mesin harus melalui proses persetujuan resmi, sehingga rinciannya masih mungkin berubah.
Regulasi mesin F1 akan disesuaikan dalam beberapa tahun mendatang seiring langkah ajang balap ini menyesuaikan pembagian tenaga 50/50 antara mesin pembakaran dan motor listrik, guna merespons keluhan umum terkait proses deployment energi.
Pada tahun 2028, unit daya yang digunakan akan memiliki rasio pembagian tenaga 60/40, langkah yang diharapkan dapat mengurangi kebutuhan untuk mengelola energi saat kualifikasi.











