Hamilton Dukung Penutup Musim F1 2026 Tetap di Timur Tengah

Lewis Hamilton memiliki pandangan tak terduga terkait rencana F1 untuk tetap mengakhiri musim 2026 di timur tengah.

Lewis Hamilton arrives in the Baku paddock
Lewis Hamilton arrives in the Baku paddock

Lewis Hamilton menyatakan keinginannya agar musim Formula 1 2026 berakhir di Timur Tengah sesuai rencana.

Konflik berkepanjangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan teluk telah memunculkan ketidakpastian besar untuk penutup musim 2026, yang dijadwalkan di Qatar dan Abu Dhabi.

F1 belum mengambil tindakan untuk masalah tersebut dan masih berencana untuk menutup musim dengan Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi sesuai jadwal, terlepas dari konflik yang terjadi.

Juara dunia tujuh kali, Hamilton, mengisyaratkan kesediaannya untuk pergi ke Timur Tengah di tengah situasi yang tidak stabil di kawasan tersebut.

Uncertainty remains over the climax of the 2026 F1 season
Uncertainty remains over the climax of the 2026 F1 season

"Secara pribadi, saya ingin pergi. Saya senang berkunjung ke Timur Tengah," ujar Hamilton kepada para wartawan jelang Grand Prix Azerbaijan di Baku. "Berdasarkan apa yang saya baca, menurut saya situasinya tampak baik-baik saja di sana.

"Namun, saya tidak memiliki informasi lengkap, jadi saya tidak tahu bagaimana tingkat risikonya. Saya memercayakan keputusan yang tepat bagi olahraga ini kepada Stefano [Domenicali, CEO F1], tetapi saya sangat berharap kita bisa pergi ke sana."

Pemegang hak komersial tetap mempertahankan rencana double-header penutup musim di Timur Tengah, tapi juga sudah menyusun rencana cadangan yang memungkinkan musim berakhir di Eropa - kemungkinan besar di Imola - jika balapan di Qatar dan Abu Dhabi tak bisa digelar.

Hamilton meragukan apakah menggelar balapan di Imola pada awal Desember merupakan langkah yang bijak.

"Mengakhiri musim di Imola saat musim dingin mungkin bukan pilihan terbaik dari segi cuaca," ujar pembalap Ferrari tersebut.

"Ini adalah lintasan yang indah, tetapi bukan lintasan yang memungkinkan kita untuk melakukan banyak aksi menyalip. Dan bagi saya, semakin banyak balapan, semakin baik."

The Bahrain Grand Prix will be held in Malaysia in October
The Bahrain Grand Prix will be held in Malaysia in October

F1 telah menjadwalkan kembali Grand Prix Bahrain pada 4 Oktober, tapi balapan tersebut akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Hamilton mengaku senang bisa kembali ke Sepang, yang belum pernah menjadi tuan rumah balapan F1 sejak 2017.

"Saya selalu senang pergi ke KL. Saya memiliki banyak pengalaman luar biasa di sana bersama tim saya sebelumnya; treknya sangat hebat," ujar pembalap Inggris berusia 41 tahun itu.

"Memang benar, dan sirkuit ini menyuguhkan balapan yang menarik. Saat menentukan sirkuit mana saja yang akan dikunjungi dalam satu musim, hal itu semestinya menjadi salah satu pertimbangan.

"Kami menginginkan balapan yang seru bagi para penggemar, bukan balapan yang minim aksi saling menyalip. Jadi, saya sangat menyambut baik hal ini dan menantikannya. Sekali lagi, ini adalah sirkuit yang sangat panas. Balapan di sana akan sangat menguras fisik, jadi saya menantikan tantangan tersebut."