Guenther Stainer Memprediksi Lando Norris Jadi Runner-Up F1 2026
Guenther Steiner memprediksi di posisi mana Lando Norris akan mengakhiri musim F1 2026.

Mantan Team Principal Haas F1, Guenther Steiner, memprediksi Lando Norris untuk meraih posisi kedua dalam kejuaraan dunia pembalap tahun 2026.
Norris kini menempati posisi keempat dalam kejuaraan dunia berkat performa impresif McLaren, di mana pembalap asal Inggris 26 tahun itu berhasil meraih dua kemenangan dan tiga pole position dari empat balapan terakhir.
Setelah kemenangan pertamanya musim ini di Hungaria, Norris kembali meraih posisi kedua di Grand Prix Belanda usai jeda musim panas F1, kemudian finis di posisi keempat di Monza dan ketiga di Madrid.
Pembalap McLaren itu sempat berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan di Grand Prix Spanyol, namun kemunculan Virtual Safety Car di saat yang kurang tepat membuatnya kehilangan kesempatan untuk melakukan pit stop yang lebih menguntungkan, yang justru dimanfaatkan oleh para rivalnya.
Posisi Norris merosot dari keunggulan yang nyaman ke peringkat kelima, sebelum akhirnya ia berjuang kembali untuk naik ke podium.

Norris tertinggal 106 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli, namun hanya terpaut lima poin dari Lewis Hamilton yang berada di posisi ketiga, serta berjarak 25 poin dari George Russell yang menempati posisi kedua.
Steiner memperkirakan Norris akan mampu menyalip posisi Russell jika ia dapat mempertahankan performa saat ini dalam sembilan balapan tersisa musim ini.
"Dia akan menempati posisi kedua jika terus tampil seperti ini. Lihat betapa bahagianya Lando," ujar Steiner dalam podcast The Red Flags Podcast.
Meski mengawali musim 2026 dengan sulit bersama McLaren, Norris merasa dirinya tampil di level yang lebih tinggi dibandingkan saat ia meraih gelar tahun lalu.
Norris menyebut lap yang mengantarkannya meraih *pole position* di Madring sebagai "mungkin salah satu lap terbaik yang pernah saya lakukan sepanjang karier saya".
"Itu adalah salah satu putaran di mana segalanya berjalan sempurna," jelasnya. "Saya sudah punya gambaran jelas tentang apa yang ingin saya lakukan - tinggal soal apakah semuanya bisa terlaksana dengan baik - dan otak saya memungkinkan saya melakukannya dengan hampir sempurna.
"Itu adalah jenis putaran di mana saat melihat catatan waktunya, Anda akan berpikir: 'Wah, itu tadi cukup bagus.'"

Team Principal McLaren, Andrea Stella, juga melontarkan pujian tinggi atas performa Norris di Madrid, meskipun ia gagal meraih kemenangan akibat situasi di luar kendalinya.
"Hal itu merupakan konsekuensi dari upaya memacu mobil hingga ke batas kemampuan yang berhasil dicapai Lando. Jika melihat data telemetrinya, terlihat jelas adanya presisi. Mulai dari pengereman, kecepatan saat memasuki tikungan, cara melibas kerb, hingga saat kembali menginjak gas," Stella membahas lap yang mengantarkan Norris meraih pole di Madring.
"Segala aspek dilakukan dengan tingkat presisi yang luar biasa. Bagi saya, ciri utama dari putaran ini adalah presisi yang menakjubkan dalam eksekusi di setiap meternya.
"Menurut saya, Lando menampilkan salah satu performa terbaik sepanjang kariernya."
















