Wolff Mendukung Perombakan Regulasi Power Unit F1 untuk Bantu Honda
Toto Wolff meyakini bahwa peraturan F1 dapat disesuaikan untuk memberikan lebih banyak bantuan bagi Honda.

Toto Wolff dari Mercedes meyakini adalah langkah yang bisa diambil untuk membantu Honda mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya dalam hal Power Unit saat ia menanggapi komentar Mohammed Ben Sulayem mengenai Fernando Alonso.
Presiden FIA tersebut melontarkan pernyataan yang tak lazim dalam sebuah forum bisnis di Madrid pekan lalu, menjelang Grand Prix Spanyol.
Ia mengatakan bahwa situasi di mana Fernando Alonso mungkin memutuskan pensiun akibat kurangnya performa Aston Martin dan Honda saat ini adalah hal yang "tidak dapat diterima", seraya menambahkan bahwa ia telah melakukan diskusi mengenai upaya membantu Honda meningkatkan kinerjanya.
"Kami telah mengambil langkah pada awal Mei - secara resmi bagi tim dan terkait mesin - untuk mendorong peningkatan performa," ujar Ben Sulayem.

“Lalu saya berkata kepadanya [Alonso], ‘Saya tidak akan memberi tahu Anda apa yang akan kami lakukan. Tolong beri tahu saya apa yang Anda inginkan karena Andalah pembalapnya, katakan apa yang Anda ingin kami lakukan untuk memperbaiki hasil-hasil ini’.
“Tiba-tiba Anda melihat segalanya berubah, lalu saya mendapat telepon, dan kemudian saya mengadakan pertemuan kemarin. Kami hadir di sini juga untuk memberikan dukungan.”
Komentar-komentar tersebut memicu kehebohan dan menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruh Ben Sulayem di F1.
Honda memperkenalkan peningkatan signifikan pada unit daya di Grand Prix Belanda, menyusul langkah Aston yang menghadirkan pembaruan mobil 'spek-B' di Hungaria sebelum jeda musim panas.
Namun, tim tersebut masih terus kesulitan untuk memperbaiki posisinya dalam persaingan kompetitif.

"Percakapan itu cukup wajar"
Saat dimintai tanggapan mengenai komentar Ben Sulayem, Wolff menilai pembicaraan antara sang presiden dengan Alonso "cukup wajar", dan meyakini bahwa masih ada langkah lebih lanjut yang bisa diambil terkait regulasi ADUO untuk membantu Honda.
"Menurut saya, ADUO dalam hal ini dirancang sebagai mekanisme untuk mengejar ketertinggalan, dan formula tersebut telah dibuka aksesnya bagi Honda," ujar Wolff di Madrid.
"Dan mereka membutuhkan lebih banyak lagi. Saya rasa pembicaraan yang dilakukan presiden dengan Alonso itu cukup wajar.
"Anda tahu, kita ingin semua pabrikan papan atas ini tetap ada dalam olahraga ini, kami ingin mereka kompetitif dan sukses.
“Selain itu, peraturan dibuat demi kebaikan olahraga ini, dan terkadang mungkin diperlukan penyesuaian. Jadi, ini adalah topik diskusi yang wajar.”
Masa depan Alonso di F1 masih menjadi bahan perbincangan, mengingat kontraknya saat ini dengan Aston Martin akan berakhir pada penghujung tahun ini.
Ia belum memutuskan langkah selanjutnya, dan sang juara dunia dua kali tersebut memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
















