Verstappen Ungkap Pembicaraan Serius dengan McLaren dan Mercedes

Max Verstappen telah mengonfirmasi adanya pembicaraan 'serius' dengan McLaren dan Mercedes sebelum memperbarui kontraknya dengan Red Bull.

Max Verstappen spoke with McLaren and Mercedes before re-signing with Red Bull
Max Verstappen spoke with McLaren and Mercedes before re-signing with Red Bull

Max Verstappen mengungkap pembicaraan serius dengan McLaren dan Mercedes sebelum menandatangani kontrak baru Formula 1 bersama Red Bull.

Juara dunia empat kali itu mengakhiri spekulasi selama berbulan-bulan mengenai masa depannya di F1 dengan menandatangani perpanjangan kontrak baru yang bernilai fantastis bersama Red Bull.

Kontrak baru Verstappen - yang diumumkan menjelang balapan kandangnya di Grand Prix Belanda - membuat pembalap asal Belanda berusia 28 tahun itu tetap bersama Red Bull setidaknya hingga akhir tahun 2030.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC Sport, Verstappen untuk pertama kalinya mengakui secara terbuka bahwa ia sempat melakukan diskusi serius dengan McLaren dan juga Mercedes sebelum akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan di Red Bull.

Verstappen has signed a new deal with Red Bull through to the end of 2030
Verstappen has signed a new deal with Red Bull through to the end of 2030
© XPB Images

"Tentu saja, saya menanggapi setiap pembicaraan dengan serius. Semuanya adalah percakapan yang sangat penuh rasa hormat. Tidak ada yang salah dengan hal itu," ujar Verstappen. "Saya merasa bahwa bertahan adalah pilihan yang tepat bagi saya. Anda harus mengikuti kata hati.

"Saya sebenarnya bisa saja pergi sejak awal karier saya di Red Bull dan pindah ke tempat lain demi mengejar kemenangan. Namun, jika Anda memiliki sedikit kesabaran, pada akhirnya Anda akan meraih kemenangan. Saya merasa itulah pendekatan yang saya terapkan saat ini juga."

Verstappen belum memenangkan balapan bersama Red Bull sepanjang musim 2026 yang berjalan sulit baginya sejauh ini.

"Saya selalu bilang kepada mereka: 'Jangan stres memikirkannya, fokus saja mengembangkan mobil.' Karena semakin cepat mobilnya, pengambilan keputusan pun akan semakin mudah," tambahnya.

"Tentu saja saya bisa mengerti; mungkin terkadang mereka sempat merasa agak khawatir. Namun di saat yang sama, bagi saya, satu-satunya hal yang saya pikirkan hanyalah situasi di sini dan apa yang sedang terjadi.

"Pada saat yang sama, saya juga sangat sibuk dengan berbagai urusan di luar Formula 1. Jadi, saya tidak benar-benar menghabiskan banyak waktu untuk berbincang, melakukan hal-hal lain, ataupun mencoba beralih ke tempat lain."

Verstappen completed the Italian GP podium in third
Verstappen completed the Italian GP podium in third

Verstappen menegaskan bahwa bukanlah sifatnya untuk lari dari tantangan saat situasi menjadi sulit.

"Saya tidak keberatan dengan tantangan itu. Saya tidak memiliki hasrat atau kebutuhan untuk membuktikan dengan mobil lain bahwa saya bisa menang, atau semacamnya," ujarnya.

"Mudah saja untuk beralih ke mobil tercepat dan mengulangi kesuksesan itu. Tapi bukan seperti itu karakter saya. Anda tidak bisa menjadi kapten kapal lalu melompat keluar begitu ada sesuatu yang tidak berjalan lancar.

"Memang ada sedikit penurunan performa dibandingkan tahun-tahun dominasi kami, tetapi saya tidak keberatan untuk membangunnya kembali. Itu juga merupakan sebuah tantangan tersendiri."