Setelah kesulitan sepanjang latihan bebas, Valtteri Bottas hanya bisa menempati urutan kesepuluh di kualifikasi, sementara rekan setimnya di Mercedes Lewis Hamilton akan memulai balapan dari posisi kedua.

Kondisi keduanya berbalik dari Grand Prix Monaco di mana Bottas bertarung untuk pole, sementara Hamilton berjuang untuk kecepatan.

Merefleksikan kualifikasinya di Baku, Bottas mengatakan: “Itu cukup berantakan seperti yang diharapkan dengan bendera merah, bendera kuning semuanya.

"Dari sisi saya, lari terakhir yang saya lewatkan seperti banyak lainnya, tetapi masih ada yang tidak beres. Saya sangat jauh dari kecepatan dan saya tidak tahu mengapa. Saya tidak punya penjelasan.

“Saya kehilangan waktu di setiap tikungan. Jika saya mendorong lebih keras, saya di dinding. Jadi itu batasnya.”

Baku Street Circuit secara historis menjadi sirkuit favorit Bottas, di mana ia merupakan pemenang terakhir balapan ini di 2019. Dan jika bukan karena drama pecah ban di akhir balapan, ia juga memenangi F1 GP Azerbaijan 2018.

Namun setelah kualifikasi kemarin, Bottas merasa ada yang tidak beres dengan Mercedes W12-nya.

“Aneh,” Bottas menambahkan. “Datang ke sini, saya pikir kami akan bertarung di depan. Lewis ada di depan, dalam pertarungan, dan saya juga harus begitu. Saya tidak punya penjelasan. Saya pikir ada sesuatu yang salah.

“Cobalah untuk memahami semua yang saya bisa dan besok, dengan balapan ini, apa pun bisa terjadi. Akan ada peluang.”

Start sepuluh besar Bottas di Azerbaijan berarti dia mempertahankan rekornya membuat Q3 di setiap balapan bersama Mercedes - sejak Grand Prix Australia 2017.