Valtteri Bottas mendesak timnya untuk mengikuti Max Verstappen yang beralih ke strategi dua-stop di Paul Ricard, namun permintaanya tidak ditanggapi dengan Mercedes memilih untuk mempertahankan dirinya dan Lewis Hamilton dengan strategi satu stop.

Pada akhirnya, strategi tersebut menjadi bumerang karena ia kehilangan podium dari Sergio Perez pada akhir balapan, dan dengan sengat marah mengatakan kepada timnya bahwa bannya sudah habis.

"Kenapa tidak ada yang mendengarkanku ketika aku mengatakan bahwa itu akan menjadi two-stopper?" Bottas mengkritik timnya secara blak-blakan lewat radio tim.

Bukannya kesal kepada Bottas karena mempertanyakan strategi tim, Wolff justru menantikan sisi berapi-api pembalap Finlandia itu, yang dikenal sangat tenang ketika dilanda masalah.

“Saya menyukainya, dia mengungkapkan pikirannya sekarang dan tidak menginternalisasi,” jelas Wolff. “Kami masih percaya one-stop adalah strategi yang lebih baik. Tetapi ketika berjuang begitu kuat setelah berhenti, kami hanya meregangkan ban, terlalu menekan ban untuk mencapai akhir.”

Dengan Bottas bertarung dalam pertempuran utama dengan Max Verstappen dan Hamilton sampai masalah bannya menggagalkan peluangnya, Wolff senang dengan kemajuan yang dia buat di GP Prancis menyusul awal musim yang sulit.

“Sejujurnya saya masih berpikir bahwa dia memberikan balapan yang bagus, karena dia berada di atas sana bersama Lewis dan Max untuk sebagian besar balapan,” kata Wolff.

“Saya pikir perkembangan berjalan ke arah yang benar, jujur. Ya, masih ada bagian, atau celah dalam manajemen ban. Tapi kita akan melihatnya secara rinci selama beberapa hari ke depan.

"Tapi saya melihat perkembangan nyata dengan bagaimana Valtteri menangani balapan, dan kualifikasi, kami tidak pernah meragukannya.”

Performa Bottas yang membaik bisa dilang muncul dari spekulasi yang semakin intensif mengenai masa depannya, khususnya rumor di mana ia akan digantikan oleh George Russell musim depan.

Ditanya apakah dia merasa rumor itu membantu memotivasi Bottas, Wolff menjawab: “Tidak, saya pikir Valtteri tahu bahwa satu-satunya jawaban untuk rumor ini adalah tampil di trek.”