Lewis Hamilton menghindari penalti grid setelah penyelidikan dugaan pelanggaran bendera kuning di FP3, sementara ia menerima teguran karena menghalangi Nikita Mazepin di sesi yang sama.

Mercedes didenda €25.000 (setara Rp 410 juta) karena gagal memberi tahu Hamilton cukup awal bahwa pembalap Haas, Mazepin, mendekatinya di sektor pertama yang buta.

Steward memutuskan untuk tidak mengambil tindakan lebih lanjut atas insiden bendera kuning setelah menemukan bahwa peringatan bendera kuning ganda pada sistem marshalling secara tidak sengaja diaktifkan di panel lampu selama “kurang dari satu detik”.

Berbicara kepada Sky Sports F1 langsung setelah kualifikasi, kepala tim Red Bull Christian Horner mengatakan pihaknya akan meninjau situasi dan memutuskan apakah akan melanjutkan masalah ini.

"Kami akan melihatnya dengan baik," kata Horner. "Rasanya sedikit tidak konsisten dengan apa yang kami lihat dua minggu lalu, jadi kami memiliki hak untuk mengajukan banding.

“Kita lihat dulu informasinya, kita belum melihat secara dekat. Keputusan ini sangat terlambat, manajemen tim dan tim harus fokus pada kualifikasi, jadi kami akan melihat dan melihat apakah ada sesuatu yang tidak diinginkan.

“Satu hal yang sangat kami inginkan adalah konsistensi.”

Tetapi FIA telah mengkonfirmasi bahwa Red Bull tidak mengajukan banding atas keputusan tersebut setelah tenggat waktu berlalu. Hal ini berlawanan dengan ucapan Penasihat Red Bull, Helmut Marko, mengatakan kepada ServusTV bahwa tim telah mengajukan banding.

Hamilton melanjutkan untuk mengklaim posisi terdepan dalam kualifikasi untuk Grand Prix Arab Saudi setelah Max Verstappen tersingkir di lap terakhirnya.