Valentino Rossi, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya pada akhir musim 2021, tidak hanya akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pebalap tersukses di MotoGP, tetapi juga sebagai salah satu penghibur tulen.

Tiba di ajang Grand Prix pada tahun 1996, campuran bakat alami, pesona nakal dan perayaan pasca balapan yang eksentrik membuat Rossi muda banyak digemari pada awal kariernya menapaki tangga kejuaraan balap motor dunia.

Dipicu oleh persaingan panas dengan rekan senegaranya dan bintang 500cc Max Biaggi, kegilaan Rossi kemudian meledak ketika The Doctor tiba di kelas premier pada tahun 2000.

Setelah tribun kosong mulai dipenuhi penggemar, sebuah tren direplikasi di penonton televisi. Meskipun tidak ada pebalap yang lebih besar dari olahraga itu sendiri, ketenaran Rossi benar-benar meluas sampai melampaui skena balap roda dua, dan mengangkat popularitas MotoGP ke level yang bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

“Perbedaan antara saya dan semua pebalap hebat lainnya dalam sejarah MotoGP adalah ini,” kata Rossi tentang penggemarnya yang sangat banyak, yang bertahan meskipun tidak pernah memenangkan balapan sejak 2017.

“Sebab, sejujurnya saya tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa saya bisa membawa banyak orang dekat dengan balap motor. Saya melakukan sesuatu di awal karir saya yang menyalakan emosi orang normal. Saya bangga, ini adalah sesuatu yang sangat istimewa.

“Terutama di Italia, banyak orang mengikuti balap motor untuk mengikuti saya. Ini sedikit seperti yang terjadi dengan Alberto Tomba di Ski, saya pikir ini adalah hal terpenting yang saya lakukan dalam karir saya bersama dengan hasilnya.

“Saya tidak tahu kenapa, sungguh! Tapi saya pikir saya menghibur banyak orang pada hari Minggu sore. Selama 1 atau 2 jam ketika mereka tidak perlu memikirkan apa pun dan hanya menikmati mengikuti balapan saya. Saya pikir ini adalah hal terbaik.

“Saya harus mengatakan kepada penggemar saya bahwa saya selalu memberikan segalanya. Untuk waktu yang sangat lama. Karena ini lebih dari 25 tahun. Saya selalu berusaha maksimal untuk tetap dalam permainan, untuk tetap di puncak.

“Ini adalah perjalanan panjang bersama. Saya pikir banyak penggemar saya mungkin lahir ketika saya berada di trek dan sekarang tiba di momen ini! Itu luar biasa karena saya mendapat dukungan luar biasa dari semua penggemar di seluruh dunia.

"Sekarang hasilnya tidak fantastis, tetapi orang-orang masih sangat senang melihat saya. Ada yang menangis dan bagi saya itu selalu mengejutkan. Saya bilang 'jangan menangis, kenapa kamu menangis?!' Saya pikir ini adalah emosi terbesar."

Ketenaran seperti ini jelas menyejajarkan Rossi dengan olahragawan ikonik lain dari cabang lain, seperti Michael Jordan di bola basket, Muhammad Ali di tinju, atau Tiger Woods di golf.

"Tidak baik jika saya mengatakan 'ya, saya seperti Michael Jordan!' Tapi perasaan itu luar biasa. Orang-orang mengenali saya di mana-mana, juga di tempat-tempat paling khusus di dunia. Ketika Anda pergi ke Thailand dan Anda melihat 46 di skuter. Itu sesuatu yang istimewa."

Setelah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya sebagai pembalap motor grand prix, merayakan 115 kemenangan dan 235 podium, apa yang paling dirindukan Rossi ketika dia meninggalkan paddock untuk terakhir kalinya sebagai pembalap?

"Saya pikir saya akan kehilangan banyak kehidupan seorang atlet," katanya. “Bangun setiap pagi dan berlatih dengan target untuk mencoba menang. Saya sangat menyukai hidup ini.

“Tapi nomor satu, saya akan merindukan mengendarai motor MotoGP. Karena ketika Anda berada di trek dengan motor MotoGP, itu adalah emosi yang luar biasa.

"Kedua, juga untuk bekerja dengan tim saya, mencoba memperbaiki semua detail kecil menjadi lebih kuat. Setelah itu saya akan sangat merindukan perasaan Minggu pagi, dua jam sebelum balapan.

"Itu adalah sesuatu di mana Anda tidak merasa nyaman, karena Anda takut, tetapi itu adalah emosi karena Anda tahu balapan dimulai pukul 2 siang. Saya pikir hal-hal ini akan sulit untuk diperbaiki."

Rossi memulai paruh kedua musim MotoGP terakhirnya di Austria akhir pekan ini.