Maverick Vinales akhirnya buka suara setelah diskors oleh Yamaha jelang putaran kedua di Red Bull akhir pekan ini.

Pemenang balapan MotoGP sembilan kali ini secara kontroversial dilarang membalap oleh Yamaha karena dianggap "mengoperasikan motor secara tidak layak yang tidak dapat dijelaskan" pada Grand Prix Styria akhir pekan lalu, ya dinilai "berpotensi menyebabkan kerusakan signifikan" pada mesin YZR-M1 miliknya, dan menimbulkan risiko bagi dirinya sendiri dan pembalap lain.

Vinales diduga menyabotase motornya sendiri dengan secara sengaja menggeber motornya sampai melewati rev-limiter, dan berbicara kepada SkySport.it di Austria, Vinales mengonfirmasi itu adalah reaksi atas rasa frustrasinya dengan masalah teknis yang terjadi selepas restart.

Kejadian tersebut merusak balapan awal yang baik, namun dihentikan menyusul insiden berapi yang menghentikan balapan. Motornya mendadak stall sebellum restart, lalu menghadirkan pesan pit-lane terus menerus di dasbor motornya, dan long-lap penalty karena melampaui batas lintasan.

Ini menjadi puncak dari retaknya hubungan Vinales dengan Yamaha, yang membuat pembalap Spanyol itu sepakat menyudahi kontraknya bersama tim lebih awal setelah finis P19 di Sachsenring.

“Saya melewati momen yang sangat membuat frustrasi [dalam balapan],” kata Vinales. "Saya tidak tahu bagaimana menanganinya, saya benar-benar meledak, saya minta maaf kepada Yamaha, saya salah membalap di lap terakhir, saya tidak ingin membahayakan pebalap manapun."

Vinales menambahkan bahwa dia menghormati keputusan Yamaha untuk menskors dia dari akhir pekan ini, tetapi mengakui dia tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang di tengah spekulasi # 12 mungkin tidak akan mengendarai YZR-M1 lagi.

"Saya tidak tahu [apakah situasi dengan Yamaha bisa diperbaiki). Sekarang saya ingin tetap tenang, merenungkan segalanya dan mencoba untuk kembali lebih kuat, dengan segala sesuatunya sudah siap," katanya.

"Saya seorang pejuang, sangat sulit bagi saya untuk mengikuti GP di trek".

Rumor menunjukkan bahwa Yamaha sedang mempertimbangkan untuk menempatkan pebalap penguji Cal Crutchlow, di Austria untuk menggantikan Franco Morbidelli yang cedera di Petronas Yamaha, pada motor Vinales untuk sisa musim ini.

Sementara itu, Vinales dirumorkan akan bergabung dengan Aprilia musim depan.