Keraguan apakah Nikita Mazepin akan terus membalap di F1 untuk musim kedua muncul selama tes pra-musim Barcelona pekan lalu menyusul invasi Rusia ke Ukraina Kamis pekan lalu.

Perintah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menginvasi Ukraina mendapat kecaman luas, dengan negara-negara Barat memberi saksi ekonomi besar-besaran terhadap Russia.

Haas juga bereaksi dengan mencopot Uralkali dan livery bertema Rusia dari mobilnya untuk hari terakhir tes pra-musim Barcelona, membuat VF-22 menjalankan livery putih polos. Uralkali dimiliki oleh ayah Mazepin, Dmitry, yang memiliki hubungan dekat dengan Putin.

Team Principal Haas Guenther Steiner mengakui masa depan Mazepin di tim "perlu diselesaikan", mengungkapkan pembicaraan akan berlangsung minggu ini.

Situasi semakin sulit dengan International Olympic Comitee (IOC) merekomendasikan untuk semua federasi olahraga harus melarang altet Rusia dan Belarusia berkompetisi di ajang internasional.

Situasi semakin meningkat, dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) merekomendasikan bahwa semua federasi olahraga besar harus melarang atlet Rusia dan Belarusia berkompetisi di acara-acara internasional.

FIA telah mengadakan pertemuan 'luar biasa' Dewan Olahraga Motor Dunia pada Selasa sore untuk membahas konflik Rusia-Ukraina.

Larangan apa pun yang mencegah pembalap Rusia berlomba di kejuaraan di bawah FIA akan mengambil keputusan dari tangan Haas, dan memaksa Mazepin keluar dari F1.

Hasilnya, kami telah menyusun daftar kandidat potensial yang dapat mengisi kekosongan jika Haas harus menggantikan Mazepin…

Pietro Fittipaldi

Pietro Fittipadli tampaknya menjadi opsi yang paling mungkin untuk menggantikan Mazepin mengingat pembalap Brasil itu sudah berada di dalam Haas sebagai pembalap cadangan.

Tentu saja sebagai pengganti jangka pendek, Fittipaldi akan menjadi solusi yang layak dan Steiner telah menyatakan bahwa cucu dari juara dunia F1 dua kali Emerson akan menjadi orang pertama yang menerima panggilan untuk menggantikan Mazepin.

“Jika Nikita tidak bisa mengemudi karena satu atau lain alasan, panggilan pertama akan ditujukan ke Pietro,” kata Steiner. “Dia tahu timnya, dia tahu mobil yang akan digunakan untuk satu hari ke hari lainnya. Tidak ada yang lebih baik dari Pietro saat ini.”

Pembalap berusia 25 tahun itu telah membuat dua kali start F1 dengan Haas pada akhir 2020 di Sakhir dan Abu Dhabi ketika ia menggantikan Romain Grosjean saat pebalap Prancis itu pulih dari cedera yang dideritanya dalam kecelakaan berapi yang mengerikan di Grand Prix Bahrain.

Antonio Giovinazzi

Bisakah Antonio Giovinazzi melanjutkan kariernya di F1 dengan cara yang tak terduga?

Setelah kehilangan kursi Alfa Romeo-nya diambil oleh alumnus Formula 2 Guanyu Zhou untuk tahun 2022, Giovinazzi (27) beralih ke Formula E bersama Dragon. Tapi, kondisi Mazepin saat ini memberi harapan yang tidak terduga untuk Gio.

Giovinazzi menikmati musim F1 terbaiknya hingga saat ini pada tahun 2021 dan dapat dianggap disayangkan karena kehilangan tempat di grid 2022.

Dia tidak hanya memiliki hubungan dengan Haas melalui hubungannya dengan Ferrari, tetapi Giovinazzi juga bermodalkan pengalaman Grand Prix teranyar dari setiap pembalap yang tersedia untuk Haas.

Semua faktor di atas membuatnya jadi pilihan menarik untuk Haas, dan Giovinazzi jelas tidak akan menolak kesempatan kembali ke F1. Khususnya dengan Dragon sepertinya akan menghadapi musim yang sulit di Formula E.

Mungkin, satu-satunya masalah dari Giovinazzi adalah membebaskan kontraknya dengan Dragon.

Nico Hulkenberg

Jika pengalaman adalah yang dicari Haas, tidak banyak pilihan yang lebih baik di pasar daripada Nico Hulkenberg.

Hulkenberg memiliki 179 start Grand Prix sejak melakukan debut F1-nya bersama Williams pada 2010 tetapi belum pernah membalap penuh waktu di kejuaraan dunia sejak kehilangan kursi Renault-nya pada akhir 2019.

Pembalap Jerman itu tampil mengesankan selama tiga penampilan cameo untuk Racing Point di musim 2020 ketika pembalap reguler Sergio Perez dan Lance Stroll absen karena COVID-19.

Hulkenberg tetap dekat dengan paddock F1 dengan menjalankan peran sebagai pembalap cadangan untuk Aston Martin tetapi telah mengakui bahwa karir grand prixnya secara efektif telah berakhir.

Tapi Hulkenberg bisa menemukan dirinya dengan kesempatan emas untuk kembali ke F1 secara full-time jika Haas memutuskan hubungan dengan Mazepin.

Oscar Piastri

Banyak yang merasa bahwa Oscar Piastri seharusnya sudah berada di grid F1 setelah merebut gelar berturut-turut di Formula 3 dan Formula 2 selama dua tahun terakhir.

Namun, dengan kurangnya kursi yang tersedia, wonderkid Australia berusia 20 tahun itu terpaksa duduk di pinggir lapangan sebagai pembalap cadangan Alpine untuk kampanye 2022.

Alpine mungkin bersedia meminjamkan Piastri ke Haas, dan menilai bagaimana performanya jelang promosi potensial ke tim Prancis tahun 2023. Haas akan memberi Piastri pengalaman berharga di lingkungan tekanan rendah untuk membantunya beradaptasi.

Haas tidak ragu untuk menjalankan pasangan pembalap rookie pada tahun 2021 dan Piatsri akan membentuk barisan yang menarik dan berbakat bersama sesama juara F2 Mick Schumacher.

Kevin Magnussen

Mungkin pilihan yang cukup mustahil, tetapi Kevin Magnussen akan menjadi kandidat lain yang akan membawa pengalaman luas ke line-up Haas.

Magnussen tidak asing dengan tim Amerika, pernah menjadi bagian skuat Brandbury antara musim 2017 dan 2020 dan menjadi pemain yang menonjol selama sebagian besar periode itu bersama Grosjean.

Terlepas dari penampilannya, Magnussen akhirnya dikeluarkan demi uang yang dibawa Mazepin dan Uralkali ke tim. Pembalap Denmark itu tidak dapat bersaing dengan pendanaan tersebut dan terpaksa keluar dari F1.

Meski comeback ke F1 mungkin menggoda bagi Magnussen, ia telah berkomitmen untuk kembalinya Peugeot 24 Jam Le Mans dan World Endurance Championship pada tahun 2022.