Hamilton Diyakini Tidak akan Pensiun di Titik Rendahnya

Apakah Lewis Hamilton akan menutup perjalanan F1-nya dalam periode tersulit?

Lewis Hamilton
Lewis Hamilton

Juan Pablo Montoya yakin Lewis Hamilton tidak akan pensiun dari F1 dalam "titik rendahnya" di tengah masa sulitnya di Ferrari.

Hamilton masih belum pernah finis di tiga besar dalam satu grand prix sejak bergabung dengan Ferrari pada awal musim F1 2025.

Perjuangan juara dunia tujuh kali itu berlanjut di Grand Prix Qatar, Hamilton gagal keluar dari SQ1 setelah mengalami masalah keseimbangan pada Ferrari-nya.

Memulai Sprint Race dari pit-lane, Hamilton tidak dapat membuat kemajuan apapun dan merasa SF-25 justru mengalami penurunan dalam hal performa.

Musim F1 2025 Hamilton yang buruk telah memunculkan spekulasi bahwa ia bisa pensiun di akhir tahun depan, terutama jika performanya tidak membaik.

Namun, Montoya tidak berpikir Hamilton akan menyerah, karena ia masih ingin "membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa melakukannya."

"Saya pikir Lewis, saya tahu dia berada di posisi yang sulit dan dia frustrasi," kata Montoya di F1 TV. "Saya pikir dia hanya melampiaskannya.

"Saya pikir dia tetap tenang di awal tahun ketika performanya tidak bagus, dan orang-orang banyak mempertanyakan mengapa dia tidak tampil bagus.

"Dan saya pikir dia sampai pada titik di mana dia berkata, 'Saya tidak peduli. Saya hanya akan bicara dan mengatakan betapa frustrasinya saya.' Saya pikir itu lebih karena dia masih ingin melakukan pekerjaannya.

"Di Brasil, di babak kualifikasi, dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Jika Charles tidak melintir saat kualifikasi, ia akan mengunggulinya; Charles akan tersingkir di kualifikasi.

Jadi ya, dalam hal kecepatan balapan, ia masih kurang. Saya rasa ini bukan mobil yang paling mudah dikendarai, dan saya rasa ia tidak perlu membuktikan apa pun, tetapi ia suka balapan.

Jadi, saya tahu ia tidak bahagia di posisinya saat ini, tetapi ia tidak ingin berhenti saat ini, karena sedang terpuruk. Saya pikir ia masih ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa melakukannya."

Tekanan untuk Ferrari di 2026

Penantang Ferrari untuk tahun 2025 ini belum memenuhi harapan, gagal di semua aspek, dan tanpa keunggulan yang jelas.

Frederic Vasseur mengakui pada hari Jumat di Qatar bahwa ia meremehkan dampak psikologis dari penghentian pengembangan mobil lebih awal.

Ferrari berada di posisi keempat klasemen konstruktor dan masih belum meraih kemenangan grand prix tahun ini.

Awal yang buruk di tahun 2026 akan memberikan tekanan besar bagi Vasseur untuk mempertahankan pekerjaannya, dan Charles Leclerc mungkin juga harus mempertimbangkan masa depannya sendiri.

Sejak bergabung dengan Ferrari, Leclerc belum pernah menjadi penantang gelar yang serius, terutama karena ketidakmampuan tim untuk memproduksi mobil yang konsisten kompetitif.

Oleh karena itu, 2026 akan menjadi peluang - sekaligus ujian - terbesar untuk Ferrari di Formula 1.