Pemilik tim Aston Martin F1, Lawrence Stroll yakin timnya memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia.

Seperti kita ketahui, Racing Point akan bertransformasi menjadi Aston Martin mulai musim 2021, dan telah menggandeng perusahaan konsultan IT Amerika, Cognizant, sebagai sponsor utama baru.

Setelah menuntaskan musim 2020 di posisi keempat konstruktor dengan satu kemenangan di GP Sakhir, skuat yang berbasis di Silverstone siap menatap F1 2021 dengan target lebih tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh pemilik tim, Lawrence Stroll. Miliuner asal Kanada itu ingin Aston Martin F1 menorehkan lebih banyak podium dan kemenangan untuk musim 2021 dan seterusnya, dengan target menjadi penantang gelar F1 di tahun mendatang.

"Tujuan saya dengan ini (Aston Martin F1) sama seperti bisnis lain yang saya miliki, adalah untuk menang," ujar Stroll kepada BBC Sport.

"F1 adalah proses yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sukses, ini bukan hal yang terjadi dalam semalam, tetapi tidak ada bisnis yang dibangun dalam semalam. Kondisinya akan sama, saya ingin melakukan apa yang kami selesaikan tahun lalu, hanya lebih kuat.

"Kami meraih beberapa podium, kami juga mencatatkan kemenangan. Saya ingin tahun ini kembali mendapatkan beberapa podium, dan satu sampai dua kemenangan lagi. Ini adalah langkah menuju lebih banyak dan lebih banyak kemenangan."

Memiliki formula untuk menang

Terdengar sedikit optimistis, namun Stroll mengatakan ia sudah membicarakan prospek Aston Martin F1 menjadi tim penantang gelar dengan Team Principal Otmar Szafnauer dan Technical Director, Andrew Green. Menurut keduanya, perubahan regulasi aerodinamika musim 2022 memberikan peluang besar bagi tim. 

Namun demikian, Aston Martin F1 tidak akan mengubah pendekatan dari era Racing Point. Salah satunya dengan tetap memasok mesin, girboks, dan beberapa komponen lainnya dari Mercedes-AMG F1.

"Saya mengatakan bahwa kami memiliki regulasi baru yang berlaku mulai musim 2022, dan kami di sini untuk menang, itulah alasan saya di sini, itulah mengapa kami semua di sini. Tetapi saya memiliki kemampuan untuk menyiapkan sumber daya yang kami butuhkan untuk menang," tambahnya.

"Saya bertanya kepada Andy (Andrew Green) soal apa hal berbeda yang harus kami lakukan untuk menjadi juara dunia? Dan Andy mengatakan bahwa pendekatan awalnya tidak akan banyak berubah."

Mungkin, perubahan paling masif di tubuh Aston Martin F1 adalah kehadiran juara dunia empat kali, Sebastian Vettel, yang menegaskan ambisi tim untuk menjadi juara dunia. Stroll mengatakan eks pembalap Red Bull dan Ferrari itu akan kembali ke performa terbaiknya setelah beberapa musim yang sulit di Maranello, dan membantu tim menjadi penantang gelar.

"Sebastian mengalami tahun yang sangat sulit musim lalu, kami semua tentu akan merasa tertekan jika kehilangan pekerjaan sebelum musim dimulai. Itu sangat sulit secara mental, dan Anda tahu bagaimana permainan mental di F1 untuk para pembalap," lanjut Stroll.

"Dia memiliki mobil yang menurutnya sulit dikendarai, dan tidak sesuai dengan gaya mengemudinya. Kami sudah melihat itu sebelumnya pada musim terakhirnya bersama Red Bull (2014). Tapi bagaimanapun, ia adalah juara dunia empat kali.

"Saya tidak berpikir dia lupa cara mengemudi dalam satu musim. Ia memiliki etos kerja yang tidak ada duanya di paddock, dan salah satu cara kami menjadi juara dunia adalah membuat tim berpikir dan bertindak seperti juara dunia, caranya adalah memboyong juara dunia empat kali ke dalam tim.

"Ia akan membawa tim ke arah yang pada akhirnya kami inginkan. Saya tidak khawatir, saya mengenal Sebastian dengan baik, dan saya memiliki 100% kepercayaan diri dan keyakinan dia akan melakukan pekerjaan yang fantastis bersama kami. Dia lebih termotivasi dibandingkan sebelumnya."

 

Comments

Loading Comments...