Team Principal Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, mengonfirmasi bahwa dia berencana untuk absen di beberapa balapan selama musim Formula 1 2021 untuk fokus pada pengembangan mobil spesifikasi 2022.

Tahun lalu, Binotto juga absen pada akhir pekan di Turki dan Bahrain dan ia menyerahkan kendali kepemimpinan di tepi lintasan kepada direktur balap Laurent Mekies, sementara ia tetap di Maranello untuk mengawasi produksi SF21 untuk tahun 2021, Mekies juga jadi pengganti saat Binotto absen di Abu Dhabi karena sakit.

Berbicara di acara peluncuran musim Ferrari, Binotto mengungkapkan bahwa dia tidak berencana untuk memimpin tim di semua 23 putaran pada kalender F1 2021. Pria yang pernah jadi engineer Michael Schumacher itu akan kembali menyerahkan kendali tim kepada Mekies di balapan tertentu, hal ini sejalan dengan reorganisasi teknis kedua dalam waktu enam bulan akibat hasil terburuk tim sejak 1980.

“Tahun lalu saya melewatkan beberapa balapan karena pada akhirnya, ada seluruh perusahaan yang harus dikelola, bukan hanya balapan akhir pekan,” kata Binotto. “Ada banyak hal yang terjadi di Maranello, banyak orang yang harus dikelola dan dikoordinasikan.

“Tahun ini diprediksi menjadi kejuaraan 23 balapan, ini akan sangat panjang dan intens di paruh kedua. Ada tantangan yang cukup besar di tahun 2022 juga untuk dihadapi, jadi niat saya adalah untuk tidak menjadi bagian dari beberapa balapan selama musim 2021.

“Tentu saya akan menjadi bagian dari awal musim itu sendiri, itu akan menjadi penting untuk menilai performa awal musim dan memastikan semuanya berjalan dengan baik di trek balap. Pada tahap tertentu, saya akan mulai absen beberapa balapan, dan kembali ke Maranello berkonsentrasi pada 2022.

“Jelas ketika saya kembali ke Maranello, kami memiliki garasi [virtual] kami, jadi saya akan selalu berhubungan langsung dengan trek balap. Tapi kami juga memiliki direktur balap kami di trek, Laurent Mekies.

"Dia memiliki banyak pengalaman dengan kami, dan dia membuktikan tahun lalu mampu memimpin seluruh tim selama balapan akhir pekan. Jadi saya merasa nyaman dengan pilihan dan nyaman tidak berada di trek balap terkadang."

Sementara Ferrari yakin telah mengatasi kelemahan utama mobil 2020-nya dan tidak lagi yakin akan membawa defisit kecepatan garis lurus yang signifikan tahun ini , Binotto telah menekankan bahwa tim tidak dapat berharap untuk sepenuhnya memulihkan jarak dari rival Mercedes dan Red Bull hanya satu musim.

Akibatnya, strategi Ferrari musim mendatang adalah mengalihkan fokus lebih awal ke pengembangan mobil 2022-nya dalam upaya untuk memanfaatkan perombakan besar-besaran pada regulasi.

“Fokus kami selama 2021 adalah mengembangkan mobil 2022,” jelas Binotto. “Itu akan menjadi target utama, jadi kami tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk [mobil] 2021 sepanjang musim.

“Selalu ada keseimbangan, itu adalah pilihan yang perlu kita buat pada tahap tertentu, tetapi 2022 adalah perubahan besar sehingga setidaknya ada jumlah minimum latihan dan desain dan proyek yang perlu dikembangkan, jadi sebagian besar fokus akan dilakukan di sana."

“Itulah mengapa saya berpikir ulang untuk melihat bagaimana penanganan mobil di awal musim sangat penting karena bagaimanapun juga keseimbangan performa yang mungkin kita lihat selama sisa musim ini.”

 

Comments

Loading Comments...