Permintaan Red Bull untuk banding atas penalti waktu 10 detik yang didapat Lewis Hamilton atas insiden dengan Max Verstappen ditolak dalam sidang hari Kamis (29/7) jelang Grand Prix Hongaria karena dinilai tidak bisa memberi bukti baru yang relevan.

Salah satu bukti yang diajukan oleh Red Bull termasuk "reka ulang" dari racing line Hamilton saat menyenggol Verstappen pada lap pembuka Grand Prix Inggris, yang dilakukan oleh pembalap tes Alex Albon sebagai bagian dari hari pembuatan film pada 22 Juli.

Diketahui Albon menggunakan sasis RB15 spesifikasi 2019 dalam hari pembuatan film berada di luar batasan anggaran yang berlaku untuk tahun 2021.

Meski Red Bull menggunakan sesi shakedown untuk menghasilkan barang bukti untuk keperluan banding, Horner menekankan tes tersebut tidak dibuat secara khusus untuk reka ulang.

“Tes sudah direncanakan sebelumnya dari sebelum acara karena itu adalah hari syuting promosi dengan mobil berusia dua tahun,” jelas Horner. “Jadi itu jelas di luar batas anggaran.

“Ini adalah cara untuk menjaga pembalap cadangan kami tetap tajam dan siap balapan. Jadi hari itu sudah direncanakan untuk beberapa waktu, tidak dipakai khusus untuk peragaan kembali.”

Berdasarkan pasal 10.2 dari peraturan olahraga F1, tim diharuskan "jika memungkinkan" untuk memberi tahu FIA tentang tes yang direncanakan setidaknya 72 jam sebelum itu dilakukan.

Horner menambahkan: “Apa yang kami lakukan selama pengujian adalah meminta Alex untuk mengemudikan jalur yang sama untuk mendukung simulasi yang kami lakukan dalam alat simulasi kami termasuk simulator pengemudi untuk menunjukkan hasil mengemudi jalur itu dan perlunya di mana titik pengereman Anda harus berada.

“Kami tidak dapat mencapai kecepatan yang Lewis lakukan di jalur itu, tetapi dalam hal kondisi jelas itu sangat mirip, dan itu hanya bagian data yang berguna untuk menegaskan kembali apa yang telah kami lihat di semua simulasi kami.”

Pada akhirnya, banding Red Bull ditolak karena steward menilai bukti yang dihadirkan terkesan seperti dibuat, bukan ditemukan.