Lewis Hamilton mengambil penalti grid 10 tempat di F1 GP Turki setelah Mercedes memutuskan untuk mengganti ICE (mesin pembakaran internal) untuk mengatasi masalah reabilitas yang tengah berlangsung.

Hamilton lebih beruntung daripada rekan setimnya di Mercedes Valtteri Bottas, yang telah mengambil penalti di tiga balapan (Monza, Rusia dan AS) untuk komponen mesin baru.

Pada hari Kamis, ada sejumlah rumor yang mengatakan bahwa Hamilton akan memasang ICE kelima yang akan memberinya penalti grid lima tempat.

Dengan kembalinya sprint F1 untuk akhir pekan ini di Interlagos, penalti akan diterapkan untuk Grand Prix hari Minggu sehingga Hamilton akan bebas untuk memperebutkan tiga poin maksimum dalam balapan Sabtu yang lebih pendek.

Berbicara dalam konferensi pers para pebalap di Sao Paulo, Hamilton mengatakan: “Saya tidak bisa berkomentar saat ini. Saya tidak berpikir mesin bahkan telah tiba pagi ini. Sejauh yang saya ketahui saat ini mesin saya baik-baik saja.

“Saya akan mencari tahu dengan jelas nanti. Kami bahkan belum melakukan [pertemuan] rekayasa.”

Max Verstappen memperpanjang keunggulannya atas Hamilton menjadi 19 poin menyusul kemenangannya di GP Mexico City.

Hamilton memprediksi Red Bull menjadi sangat kuat di Brasil lagi setelah menang pada 2019 dan juga berada di jalur untuk menang pada 2018 hingga Verstappen bertabrakan dengan Esteban Ocon, yang saat itu sedang dipojok.

“Kecepatan mereka jelas fenomenal di balapan terakhir,” tambah Hamilton. “Mereka memiliki mobil yang kuat sepanjang tahun, mereka memiliki mobil terkuat, Anda bisa tahu. Saya pikir kami telah melakukan sebaik yang saya pikir kami bisa. Kami pasti akan mendorong akhir pekan ini untuk melihat apakah kami bisa menekan lagi dari mobil.

“Terakhir kali di sini mereka sangat kuat sehingga kami mengantisipasi lagi mereka akan sangat sulit dikalahkan akhir pekan ini. Ketika ada kemauan pasti ada jalan, mudah-mudahan.”